Singaraja, koranbuleleng.com | Pemerintah Kabupaten Buleleng tidak hanya memetakan potensi investasi, tetapi juga mengukur kesiapan wilayah sebelum peluang tersebut ditawarkan kepada investor. Langkah ini dilakukan melalui penyusunan Kajian Peta Potensi Investasi Kabupaten Buleleng.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan mengatakan, peta investasi yang disusun akan berbasis pada data yang kuat. Data tersebut juga akan diselaraskan dengan dokumen perencanaan dan regulasi daerah.
“Penyusunannya harus sinkron dengan data BPS, RTRW, RDTR, RPJMD, serta regulasi lain yang telah ada di Kabupaten Buleleng,” ujarnya Jumat, 4 September 2026.
Suwarmawan menyebut, dalam pemetaan investasi tidak cukup hanya menunjukkan sektor atau komoditas yang memiliki potensi. Kajian juga harus mampu menggambarkan kondisi wilayah secara lebih utuh, termasuk faktor yang menentukan apakah sebuah peluang investasi dapat dikembangkan.
Keterlibatan camat dan perangkat daerah dinilai penting karena masing-masing memiliki informasi mengenai kondisi wilayahnya. Data tersebut diperlukan untuk melihat persoalan yang mungkin menjadi kendala sekaligus peluang yang dapat dikembangkan.
Pemetaan nantinya mencakup sejumlah aspek, mulai dari peluang investasi, kebutuhan infrastruktur, kesiapan sumber daya, hingga berbagai faktor pendukung lainnya.
“Masukan dari masing-masing pihak diharapkan dapat membantu menyempurnakan pemetaan potensi investasi, termasuk dalam melihat berbagai permasalahan, peluang, kebutuhan infrastruktur, kesiapan sumber daya, serta aspek pendukung lainnya,” kata dia.
Dengan pendekatan tersebut, peta investasi yang disusun tidak hanya menjawab pertanyaan mengenai di mana potensi investasi berada, tetapi juga apa yang dapat dikembangkan dan apa yang masih perlu dipersiapkan.
Kajian ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Buleleng mengidentifikasi dan memetakan potensi daerah yang memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai sektor maupun komoditas investasi.
“Peta berbasis data ini diharapkan dapat membantu pemerintah menentukan arah pengembangan investasi secara lebih terukur dan sesuai dengan karakteristik masing-masing wilayah,” kata Suarmawan.
Dalam penyusunannya, BRIDA juga menggandeng Tim Pelaksana dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Hasil masukan dalam FGD akan digunakan untuk menyempurnakan laporan antara sebelum masuk ke tahap laporan akhir.
Peta Potensi Investasi Buleleng nantinya diharapkan menjadi pijakan untuk membuka peluang investasi yang lebih terarah dengan mempertimbangkan potensi, kondisi wilayah, kebutuhan pembangunan, serta kesiapan daerah.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

