Singaraja, koranbuleleng.com | Aktivitas drone pada tengah malam hingga menjelang pagi membuat warga Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Buleleng, mulai merasa tidak nyaman. Dalam sepekan terakhir, drone berulang kali terlihat melintas di atas permukiman warga hingga pukul 03.00 Wita.
Perbekel Gobleg I Made Separsa mengatakan, kemunculan drone tersebut berlangsung hampir setiap malam. Warga pertama kali mencurigai aktivitas itu karena waktu penerbangannya berada di luar jam normal aktivitas masyarakat.
Drone tersebut biasanya terlihat mulai pukul 22.30 Wita. Beberapa warga bahkan mendapati drone terbang tepat di atas rumah mereka.
“Beberapa kali saya pantau terbang di atas rumah warga. Kami merasa seperti sedang diintai,” ujarnya Kamis, 3 September 2026.
Separsa menyebut drone yang terlihat tidak hanya satu unit. Warga dalam beberapa kesempatan melihat dua drone berada di lokasi berbeda dengan jarak yang cukup berjauhan.
Sampai sekarang, pemerintah desa belum mengetahui siapa yang mengendalikan drone tersebut maupun tujuan penerbangannya. Ketidakjelasan itu membuat warga semakin waspada, terutama karena drone terpantau bergerak di atas kawasan permukiman pada malam hari.
“Motifnya juga tidak tahu, siapa yang menerbangkan juga tidak tahu. Masyarakat merasa resah, merasa terintai,” katanya.
Keresahan itu beriringan dengan sejumlah laporan kehilangan yang dialami warga dalam beberapa waktu terakhir. Beberapa warga kehilangan ayam aduan, sementara sebuah villa juga dilaporkan mengalami pembobolan.
Meski demikian, Separsa tidak menyatakan kemunculan drone tersebut sebagai penyebab kasus pencurian. Menurutnya, dugaan tersebut baru sebatas analisa warga karena waktunya beriringan dengan meningkatnya kasus kehilangan.
“Bukan saya mengatakan drone ini jadi pemicu. Ini analisa kami saja, mengingat sejak ada intaian drone itu, kasus pencurian marak terjadi di desa kami. Warga kehilangan satu atau dua ekor ayam. Tapi kalau dijumlahkan, totalnya sudah mencapai puluhan ekor,” terangnya.
Ia menyebut tidak semua kasus kehilangan langsung dilaporkan kepada polisi. Sebagian warga memilih menyelesaikan persoalan tersebut tanpa membuat laporan resmi.
Aktivitas drone juga dikabarkan mulai terlihat di wilayah Munduk dan Pedawa. Situasi ini sempat memicu reaksi warga. Sejumlah warga bahkan mencoba menjatuhkan drone menggunakan senapan angin.
Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Drone terbang cukup tinggi sehingga tembakan warga tidak mengenai sasaran. Drone kemudian berpindah ke wilayah lain.
Pemerintah Desa Gobleg telah menyampaikan keberadaan drone tersebut kepada kepolisian. Separsa juga mengaku membawa persoalan itu dalam pertemuan dengan Polda Bali beberapa waktu lalu.
Polisi telah melakukan pemantauan langsung di lapangan. Namun, sampai saat ini identitas penerbang drone belum diketahui.
“Pak Kapolsek sudah sempat turun langsung untuk memantau. Namun hingga saat ini memang belum diketahui siapa penerbangnya,” jelasnya.
Pemerintah desa kini meminta warga meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap keamanan rumah dan barang berharga. Warga juga diingatkan tidak melakukan tindakan sendiri apabila kembali menemukan drone yang terbang di sekitar permukiman.
“Kamu menunggu arahan dari kepolisian. Mereka yang mempunyai kewenangan. Kalau kita di desa hanya mengantisipasi saja sifatnya,” kata dia.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

