Singaraja, koranbuleleng.com | Akses menuju kawasan Sport Center di Lingkungan Lumbanan, Kelurahan Sukasada, Kecamatan Sukasada, Buleleng, mulai memasuki tahap pembebasan lahan. Proses ini dilakukan setelah pembahasan dengan pemilik lahan kembali digelar, Kamis, 10 September 2026 malam.
KONI Buleleng bersama pemerintah daerah dan instansi terkait kini menyiapkan survei, pengukuran, serta pemetaan lahan masyarakat yang terdampak rencana pembukaan akses menuju Sport Center.
Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat KONI Buleleng dan dipimpin Ketua Umum KONI Buleleng, Gede Supriatna. Sekitar 16 pemilik lahan yang masuk dalam pendataan dilibatkan dalam koordinasi tersebut.
Langkah ini menjadi penting karena pembahasan akses menuju Sport Center sempat terjeda selama setahun. Sementara lahan untuk pembangunan kawasan olahraga telah tersedia dari aset Pemprov Bali.
Supriatna mengatakan, Pemprov Bali telah menyetujui pemanfaatan lahan seluas sekitar 5,7 hektare yang merupakan aset Pemprov Bali dan telah dihibahkan kepada Pemkab Buleleng untuk pembangunan Sport Center.
Namun, akses menuju kawasan tersebut masih membutuhkan penyelesaian, terutama karena sebagian jalur harus melalui lahan milik masyarakat.
“Kami mengundang masyarakat untuk melanjutkan diskusi yang sempat terjeda setahun lalu terkait pembukaan akses jalan menuju lahan Sport Center. Harapannya ada titik temu terkait pembebasan lahan untuk akses jalan tersebut,” ujar Supriatna.
Akses yang direncanakan dari jalan raya menuju kawasan Sport Center memiliki panjang sekitar 650 meter. Dalam pembahasan terbaru, lebar badan jalan juga diusulkan berubah dari sekitar enam meter menjadi delapan meter.
Selain badan jalan, ruang untuk drainase juga harus disiapkan. Dengan kebutuhan tersebut, lebar keseluruhan lahan yang diperlukan diperkirakan mencapai sekitar 10 meter.
Artinya, kebutuhan lahan untuk akses tersebut diperkirakan mencapai sekitar 6.500 meter persegi atau sekitar 0,65 hektare.
CSR Rp1 Miliar Dialihkan untuk Pembebasan Lahan
Dewan Kehormatan KONI Buleleng, I Ketut Wiratmaja, mengatakan pembahasan mengenai akses Sport Center Lumbanan sebenarnya telah dilakukan beberapa kali.
Dari sekitar 16 pemilik lahan yang terdata, satu orang tidak dapat hadir dalam pertemuan karena sakit.
Menurut Wiratmaja, kepastian mengenai luas lahan masing-masing pemilik menjadi dasar sebelum proses pemberian tali asih dilakukan.
“Intinya, dengan adanya CSR Rp1 miliar ini, kami membutuhkan kepastian siapa yang terkena dan berapa luas lahannya. Setelah dilakukan pengukuran, akan terlihat siapa yang terkena dan berapa luas lahan yang dibutuhkan. Setelah itu kita akan bicara soal tali asih kepada warga,” terangnya
Dana CSR Rp1 miliar tersebut disiapkan oleh pengusaha asal Buleleng, I Gusti Ngurah Anom atau Cok Krisna.
Dana itu sebelumnya direncanakan untuk pembangunan sirkuit. Namun, dukungan tersebut kemudian diarahkan untuk membantu proses pembebasan lahan akses menuju Sport Center Lumbanan.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas PUTR Perkim Buleleng, Kepala BKAD Buleleng, perwakilan BPN Buleleng, Plt. Camat Sukasada, Lurah Sukasada, Kaling Lumbanan, Kelian Desa Adat Lumbanan, serta Dewan Kehormatan KONI Buleleng.
Rencana akses menuju Sport Center tidak hanya berkaitan dengan pembukaan jalan. Pemerintah juga harus memastikan kebutuhan ruang untuk drainase dapat terpenuhi.
Rencana awal lebar jalan sekitar enam meter kini diusulkan menjadi delapan meter. Ditambah ruang drainase, kebutuhan lahan secara keseluruhan diperkirakan sekitar 10 meter.
Karena itu, pengukuran menjadi tahap penting untuk memastikan bidang tanah dan luas lahan masing-masing warga yang terdampak.
Proses pembebasan lahan selanjutnya dilakukan secara bertahap. Mulai dari sosialisasi, inventarisasi, persetujuan pengukuran, survei dan pengukuran, penyusunan daftar nominatif, musyawarah pengadaan, pemecahan sertifikat, penyerahan tali asih, hingga penyerahan lahan.
Warga yang hadir dalam pertemuan menyetujui langkah awal berupa survei, pengukuran, dan pemetaan lahan.
Cok Krisna mengatakan dukungannya terhadap pembangunan Sport Center diberikan untuk mendorong perkembangan olahraga sekaligus membuka peluang ekonomi baru di kawasan Lumbanan.
“Saya berjuang untuk Buleleng, apalagi untuk olahraga. Saya lahir di Buleleng. Jangan pesimis, harus optimistis,” tegasnya.
Ia juga meminta masyarakat tidak khawatir terhadap proses pembebasan lahan. Menurutnya, pembukaan akses menuju Sport Center dapat meningkatkan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan.
“Saya tidak mempunyai kepentingan pribadi. Ini untuk memajukan Buleleng. Anggap saja CSR ini sebagai bentuk sumbangan untuk masyarakat Lumbanan. Harapannya Bali Utara bisa semakin berkembang,” ujarnya.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

