Kebakaran Meningkat, Damkarmat Buleleng Tambah Rp50 Juta untuk Operasional Armada

Singaraja, koranbuleleng.com | Intensitas kebakaran yang meningkat selama musim kemarau membuat operasional armada Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Buleleng ikut terkuras. Pemerintah Kabupaten Buleleng menambah anggaran sekitar Rp50 juta untuk mendukung kebutuhan BBM dan pemeliharaan armada hingga akhir 2026.

Kepala Damkarmat Buleleng, Gede Arya Suardana mengatakan, tambahan anggaran itu diberikan di tengah meningkatnya mobilitas armada dalam menangani kebakaran.

- Advertisement -

Sebelumnya, Damkarmat Buleleng telah memiliki anggaran sekitar Rp300 juta. Anggaran tersebut tidak hanya digunakan untuk BBM, tetapi juga mencakup kebutuhan pemeliharaan kendaraan.

“Kalau di induk kita ada 300 juta. Sekarang ditambah lagi 50 juta,” ujarnya, Senin, 28 September 2026.

Menurut Arya, tingginya kejadian kebakaran membuat penggunaan armada menjadi lebih intensif. Dalam sehari, Damkarmat dapat menangani hingga tujuh kejadian. Satu lokasi kebakaran pun tidak selalu selesai ditangani dalam satu kali perjalanan.

“Satu tempat kejadian kebakaran itu bisa 2-3 kali bolak-balik. Artinya bisa ngabisin 5 sampai 7 tangki. Berarti kendaraan harus bolak-balik,” kata dia.

- Advertisement -

Situasi tersebut membuat kebutuhan BBM meningkat. Armada harus kembali ke pos untuk mengisi air sebelum kembali menuju lokasi kebakaran, terutama ketika kejadian berlangsung beruntun.

Arya mengatakan, cuaca panas, kemarau panjang, dan angin kencang turut meningkatkan risiko kebakaran di Buleleng. Kebakaran lahan menjadi salah satu jenis kejadian yang paling banyak ditangani petugas.

“Belakangan ini dengan musim panas kemarau panjang dan angin besar, kayak kemarin itu ada 7 kasus. Lebakaran lahannya paling tinggi sampai 5 kali kejadian satu hari. Karena banyaknya masyarakat membuang sampah sembarangan. Itu hasil investigasi kita. Kami menghimbau masyarakat agat tidak membakar sampah sembarangan,” ujarnya.

Ia menyebut pembakaran sampah menjadi salah satu penyebab dominan kebakaran yang ditangani Damkarmat Buleleng. Berdasarkan hasil investigasi Damkarmat Buleleng, porsinya mencapai sekitar 90 persen.

Lonjakan kejadian tersebut ikut memengaruhi kebutuhan operasional armada. Selain BBM, kendaraan pemadam juga membutuhkan pemeliharaan agar tetap siap digunakan ketika terjadi keadaan darurat.

Tambahan anggaran Rp50 juta diharapkan mampu menopang kebutuhan operasional hingga tiga bulan terakhir 2026. Namun, Damkarmat Buleleng tetap menerapkan efisiensi dalam penggunaan armada.

“Ya astungkara cukup ya. Kita juga memilah-milih mana yang terkait kedaruratan pasti kita berangkat. Tapi kalau umpamanya penyiraman itu, itu kita kurangi sedikit-sedikit,” kata dia.

Damkarmat Buleleng juga tengah memproses tiga armada yang masih dalam tahapan pengadaan. Tambahan armada tersebut menjadi bagian dari kebutuhan penguatan layanan pemadaman di tengah tingginya frekuensi kejadian.

Arya menegaskan, kebutuhan anggaran kendaraan tidak berhenti pada pengadaan BBM. Pemeliharaan menjadi komponen lain yang harus diperhitungkan karena setiap unit armada membutuhkan biaya perawatan.

“Itu termasuk pemeliharaan, bukan BBM saja.  Karena satu paket kendaraan itu butuh 37 juta,” ucapnya.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru