Bupati Cup Jadi Jalur Seleksi Pemain Buleleng Menuju Porprov 2027

Singaraja, koranbuleleng.com | Delapan klub dari tiga kasta kompetisi sepak bola Buleleng akan bersaing dalam Bupati Cup 2026. Turnamen ini bukan sekadar perebutan gelar, tetapi menjadi salah satu jalur seleksi pemain yang diproyeksikan memperkuat Buleleng pada Porprov Bali 2027.

Kejuaraan yang digelar Askab PSSI Buleleng tersebut berlangsung pada 11 hingga 22 Oktober 2026 di Stadion Mayor Metra, Singaraja. Tim pemandu bakat akan memanfaatkan pertandingan untuk memantau pemain yang dinilai memiliki potensi memperkuat tim daerah.

- Advertisement -

Delapan klub yang ambil bagian berasal dari tiga kasta kompetisi resmi Askab PSSI Buleleng. Empat klub berasal dari Liga 1, yakni Amartha FC Patas, Putra Devata Pakisan, Putra Kubutambahan FC, dan Satria Muda Pengulon.

Sementara itu, Liga 2 mengirimkan Teja Harum Tejakula dan Tunas Harapan Pengastulan. Dari Liga 3, ada Intan Jaya FC Celukan Bawang dan Sukla Bali FC Sumberklampok.

Ketua Umum Askab PSSI Buleleng, Gede Suyasa, mengatakan penyelenggaraan Bupati Cup merupakan bagian dari program pembinaan sekaligus tindak lanjut arahan KONI Buleleng untuk mencari pemain potensial menuju Porprov Bali.

”Sesuai dengan arahan dan program KONI, setiap tahun kami menjalankan program Kejuaraan Bupati Cup ini. Dari undangan yang kami sebar, ada 4 klub Liga 1, 2 klub Liga 2, dan 2 klub Liga 3 yang menyatakan siap bertanding,” terang Suyasa, Senin, 5 Oktober 2026.

- Advertisement -

Menurut Suyasa, peluang masuk dalam pantauan tim seleksi tidak hanya diberikan kepada pemain yang tampil di kasta tertinggi. Pemain Liga 2 dan Liga 3 juga mendapat ruang untuk menunjukkan kemampuan dalam turnamen tersebut.

Askab PSSI Buleleng sebelumnya juga memantau turnamen independen yang digelar komunitas maupun kelompok masyarakat. Namun, Bupati Cup tetap menjadi salah satu barometer utama dalam proses pencarian pemain untuk tim daerah.

Format peserta yang mempertemukan klub dari tiga kasta tersebut sengaja diterapkan agar pencarian talenta tidak berhenti di Liga 1. Pemain dari kasta lebih rendah tetap memiliki kesempatan menunjukkan kemampuan ketika berhadapan dengan klub yang memiliki level kompetisi lebih tinggi.

”Kami tidak ingin membatasi hanya untuk Liga 1. Jangan-jangan ada pemain yang sangat potensial di Liga 2 dan Liga 3 yang justru luput jika tidak diundang. Melibatkan mereka membuat jangkauan pencarian bakat kami jauh lebih luas,” tegasnya.

Bagi pemain, situasi ini membuat Bupati Cup memiliki arti lebih dari sekadar kompetisi antarklub. Penampilan selama turnamen dapat menjadi kesempatan untuk masuk dalam radar pemandu bakat dan bersaing mendapatkan tempat dalam proyeksi tim sepak bola Buleleng.

Selain menjadi ruang pencarian pemain, Askab juga menjadikan turnamen ini sebagai evaluasi terhadap proses pembinaan klub. Performa klub dari tiga kasta akan memperlihatkan sejauh mana pembinaan pemain berlangsung dan menghasilkan talenta yang mampu bersaing.

”Kalau nanti ada klub Liga 1 yang justru kalah dari klub Liga 2 atau Liga 3, itu menjadi tamparan gengsi. Artinya proses pembinaan di klub tersebut kurang kontinu. Ini jadi evaluasi penting bagi klub-klub kasta utama agar tidak mengendurkan pola pembinaan. Namun sekali lagi, fokus utama kami adalah mendapatkan bibit pemain terbaik untuk Buleleng,” kata dia.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru