Pasokan Pertamax ke Buleleng Anjlok 95 Persen, Antrean SPBU Makin Panjang

Singaraja, koranbuleleng.com | Pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax ke Kabupaten Buleleng merosot tajam hingga tersisa sekitar 7.000 liter dari kondisi normal 132.000 liter. Penurunan hampir 95 persen ini terjadi di tengah antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang berlangsung selama empat hari, sejak Selasa, 13 Oktober 2026.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DisdagperinkopUKM) Buleleng, Dewa Made Sudiarta, mengatakan pasokan BBM yang diterima belum memenuhi kebutuhan normal masyarakat. Kondisi tersebut membuat distribusi di sejumlah SPBU masih terbatas.

- Advertisement -

“Pasokan Pertamax saat ini hanya sekitar 7.000 liter, jauh dari kondisi normal yang mencapai 132.000 liter,” ujar Sudiarta, dikonfirmasi Jumat, 16 Oktober 2026.

Tak hanya Pertamax, pasokan Pertalite juga belum kembali normal. Dari kebutuhan atau pasokan normal sekitar 349.000 liter, jumlah yang diterima baru mencapai 63 persen.

Terbatasnya pasokan kedua jenis BBM tersebut berdampak pada pelayanan di SPBU. Antrean kendaraan masih terlihat dalam beberapa hari terakhir, sementara masyarakat harus memastikan ketersediaan BBM sebelum memutuskan untuk mengantre.

Sudiarta mengungkapkan, pada awal kekurangan pasokan, distribusi sempat dipercepat dengan perkiraan kondisi akan kembali normal dalam dua hingga tiga hari. Namun, hingga Jumat, pasokan yang masuk ke Buleleng masih belum sesuai kebutuhan.

- Advertisement -

“Kami tetap meminta penambahan pasokan. Informasi dari Pertamina, mereka sedang berupaya memaksimalkan pasokan ke daerah,” ujarnya.

Pemkab Buleleng kini terus berkoordinasi dengan Pertamina dan pengelola SPBU untuk mendorong penambahan pasokan. DisdagperinkopUKM juga telah dua kali melakukan pemantauan langsung terhadap 21 SPBU guna memeriksa ketersediaan BBM dan pola pembelian masyarakat.

Di tengah keterbatasan tersebut, pemerintah daerah meminta kendaraan operasional kedaruratan tetap memperoleh prioritas pelayanan selama BBM masih tersedia. Langkah ini diperlukan agar kebutuhan layanan darurat tidak terganggu oleh kondisi distribusi yang belum stabil.

“Hal ini ini sudah kita komunikasikan. Mana kendaraan operasional kedaruratan harus diutamakan selama stok BBM masih ada,” kata dia.

Sudiarta juga mengingatkan masyarakat agar mencari informasi mengenai ketersediaan BBM di SPBU tujuan sebelum berangkat. Dengan begitu, warga dapat menghindari antrean panjang di lokasi yang stoknya telah habis.

Pemkab Buleleng berharap Pertamina segera menambah pasokan Pertamax dan Pertalite agar distribusi kembali mendekati kondisi normal. Penambahan pasokan dinilai menjadi langkah penting untuk mengurangi antrean dan memulihkan pelayanan BBM bagi masyarakat.

“Kita sudah berkomunikasi langsung dengan Pertamina, agar pasokan ditambah,” katanya.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru