Elpiji 3 Kilogram Langka di Pasaran

Singaraja, koranbuleleng.com | Para Konsumen di beberapa wilayah di Kabupaten Buleleng mengaku sempat kesulitan mendapatkan gas elpiji kemasan tiga kilogram. Kondisi ini terjadi lantaran adanya peterlambatan pendistribusian elpiji oleh pigak Agen kepada pangkalan hingga pengecer.

Dari infomasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, kelangkaan gas elpiji 3 kilogram ini terjadi di beberapa wilayah diantaranya di Kelurahan Banyuning dan Kelurahan Beratan Kecamatan Buleleng, di desa Sambangan Kecamatan Sukasada, serta beberapa wilayah lainnya. Kondisi ini mengakibatkan warga harus membeli Gas yang merupakan subsidi dari Pemerintah ini, dengan berkeliling, bahkan lebih tinggi dari Harga Eceran tertinggi (HET) yang ditentukan Pemerintah.

- Advertisement -

Kepala Dinas Koperasi Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagprin) Kabupaten Buleleng Ketut Suparto menjelaskan, kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kilogram hanya terjadi di beberapa tempat. Hal itu terjadi lantaran salah satu agen yakni di Kecamatan Sukasada tidak mendistribusi jatah elpiji dengan optimal. Atas kondisi ini, stok elpiji di pangkalan hingga pengecer di wilayah ini terbatas, sehingga permintaan konsumen tidak terpenuhi.

Pihaknya pun sudah menelusuri ke SPBE dan sejumlah agen elpiji resmi di Buleleng. Hasilnya, SPBE di Buleleng tetap mendistribusikan elpiji kepada 10 agen sesuai jatah yang ditetapkan Pertamina. Setiap hari, seluruh agen tersebut mendapat total jatah elpiji dari Pertamina sebanyak 23 ribu tabung.

“Setelah kami telusuri tidak ada kelangkaan, yang terjadi adalah distribusi stok elpiji oleh agen tidak maksimal karena agen khusus di Sukasada karyawannya libur,” jelasnya.

Kepala Diskopdagperin Buleleng Ketut Suparto, telah mengingatkan seluruh agen agar mengatur kembali pola pendistribusian elpiji ke pangkalan dan pengecer. Ia meminta pihak agen untuk tetap mendistribusikan jatah elpiji yang sudah ditetapkan, sehingga peredaran elpiji di pasaran tetap stabil.

- Advertisement -

“kita sudah minta jatah elpiji tetap didrop sesuai jatah yang diterima. Soal meliburkan karyawan, kami harap agen memperhatikan dengan baik, sehingga pasokan elpiji di tengah perayaan tahun baru tetap normal dan tidak sampai terjadi kelangkaan,” tegasnya.

Terkait harga yang melebihi harga eceran tertinggi (HET), Suparto mengakui masih menemukan harga elpiji lebih tinggi dari HET. Ini karena perhitungan harga penjualan oleh pangkalan kepada pengecer mengikuti jarak tempuh pengiriman ke lokasi pengecer. |RM|

 

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts