More

    Penjahit Banyak Order Masker Kain

    Singaraja, koranbuleleng.com| Kelangkaan masker jenis 3 ply dipasaran baik di apotek maupun pertokoan menjadikan sejumlah masyarakat berinovasi dengan memproduksi masker kain. Tidak jarang banyak juga warga yang memanfaatkan jasa penjahit untuk membuat masker dalam jumlah banyak, sehingga para penjahit pun kebanjiran pesanan.

    Salah satu penjahit lokal Buleleng yang mendapatkan pesanan pembuatan masker kain adalah Komang Arta. Usaha yang bernama Arta Taylor sudah mulai kebanjiran pesanan masker kain sejak 15 hari yang lalu. Bahkan pesanan tidak hanya datang dari orang-perorang, namun juga datang dari rumah sakit swasta yang ada di Buleleng.

    Arta menceritakan, dalam waktu sehari, masker yang harus diselesaikannya berjumlah 500 lembar. Maka untuk memenuhi pesanan itu, Ia mempekerjakan delapan orang karyawan yang bekerja dari rumah mereka masing-masing. untuk sistemnya, Arta memberikan ola masker, sementara produksi atau proses penjahitan dilakukan karyawannya.

    “Memang sampai kewalahan, karena kami di deadline. Harus setiap hari bisa menyetor masker sama pemesan,” tuturnya.

    Sampai dengan saat ini kata Arta, Ia sudah memproduksi seribu lusin masker yang sudah didistribusikan kepada pemesan. Untuk harga per lusinnya, Ia mematok harga Rp90 ribu, sedangkan harga satu lembar Ia hanya mematok harga senilai Rp8.000.

    Kemudian untuk bahan baku, Arta menggunakan kain jenis katun. Keunggulan masker kain yang diproduksinya adalah bisa dipakai berulang-ulang setelah dicuci dan disetrika. Arta mengaku bersyukur karena ditengah wabah virus corona (Covid-19) yang terjadi saat ini, Ia masih bisa bekerja untuk keberlangsungan hidupnya. Terlebih lagi untuk kelangsungan pekerjaan dari karyawannya.

    “Kalau tidak ada pesanan masker, sudah pasti karyawan kami tidak ada pekerjaan, karena sekarang sangat sepi. Ini juga sangat membantu kami untuk bertahan hidup di tengah ekonomi lesu,” ujarnya.

    Disisi lain, Bupati Buleleng selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng Putu Agus Suradnyana menyebut jika selama ini keberadaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) khususnya untuk jasa penjahit bisa berpartisipasi untuk produksi masker berbahan kain. Terlebih lagi dari Pemerintah Pusat sudah menganjurkan jika semua warga masyarakat baik yang sakit ataupun yang sehat, kini wajib mengenakan masker, termasuk menggunakan masker berbahan kain.

    “Masker dari kain juga memang dianjurkan. Artinya sudah ada UKM yang mendapatkan pekerjaan untuk pembuatan masker dan kita dorong ini. Karena sangat membantu Pemerintah untuk pengadaan masker,” ujarnya saat memberikan keterangan kepada awak media melalui teleconference Senin, 6 Juni 2020. |RM|

    Berita Terpopuler

    2.202 KK Terima BST dari Anggaran APBD Buleleng

    Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana menyerahkan bantuan sosial tunai (BST) kepada keluarga penerima manfaat (KPM). Nilai bantuan Rp.300 ribu/bulan yang bersumber...

    Pemkab Buleleng Ancam Cabut Ijin Usaha Jika Langgar Jam Operasional

    Singaraja, koranbuleleng.com | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng menyiapkan opsi untuk mencabut ijin usaha perdagangan yang melanggar ketentuan waku operasional selama penanganan COVID...

    Tiga Anggota Polsek Sukasada Positif COVID 19

    jumlah pasien yang terkonfirmasi positif COVID 19 dan dirawat di Rumah Sakit Pratama (RSP) Giri Emas masih berjumlah 15 orang. Tiga diantaranya...

    Kasus Bertambah, Buleleng Belum Siap New Normal

    Singaraja, koranbuleleng.com| Kabupaten Buleleng belum siap dengan new normal karena saat ini angka pertambahan kasus COVID 19 masih bertambah. Gugus tugas PErcepatan...

    Related articles