More

    Padepokan Dwi Mekar Berbagi Sembako untuk Seniman

    Singaraja, koranbuleleng.com| Situasi pandemi COVID 19 di Kabupaten Buleleng khususnya, tidak hanya memberikan ancaman kesehatan, Ekonomi dan Sosial, kalangan seniman pun terdampak langsung karena penghasilan mereka dari kegiatan pementasan hilang sepenuhnya.

    Padepokan Seni Dwi Mekar Singaraja melakukan aksi sosial dengan memberikan bantuan sembako kepada 24 orang seniman di Buleleng yang terdampak karena terjadinya Pandemi COVID 19, Sabtu, 9 Mei 2020.

    Sejumlah kegiatan hiburan yang selalu mengundang keramaian untuk sementara tidak diperkenankan digelar oleh Pemerintah. Misalnya, kegiatan Pesta Kesenian Bali. Di Buleleng pun juga terdampak, PKB Buleleng juga kemudian dibatalkan.  Selain itu ada sejumlah kegiatan yang biasanya melibatkan seniman juga ditiadakan, seperti Twin Lake Festival, hingga perhelatan Buleleng festival tahun 2020 yang juga berpotensi tidak digelar tahun 2020 ini.  

    Dari kondisi itu, Padepokan Seni Dwi Mekar Singaraja yang langsung dikoordinir oleh pimpinan Padepokan Seni Dwi Mekar Singaraja, Gede Pande Satria Kusuma Yudha didampingi Made Pasca Wirsutha dan beberapa seniman dari urmah ke rumah seniman memberikan bantuan seniman. .

    Sedikitnya ada 24 seniman, mulai dari seniman karawitan, tari, hingga dalang, yang diberikan bantuan berupa beras 10 kilogram, minyak goreng, kopi, gula, dan juga mie instans. Satu persatu para seniman itu disambangi ke rumah mereka masing-masing.

    “Ini bentuk perhatian kami agar seniman senior kita tetap bisa melangsungkan hidup ditengah terjadinya pandemic corona, karena kita tahu mereka tidak bisa berkreativitas lagi. Apalagi andil dari seniman-seniman senior ini begitu besar untuk kemajuan kebudayaan dan pariwisata Bali,” jelasnya.

    Menurut Pria yang akrab disapa Jro Olit ini, selama ini seniman yang hidup dalam dunia entertainment mengandalkan mata pencaharian mereka dari panggung ke panggung. Namun kini, dalam penerapan social dan physical distancing oleh Pemerintah, mengakibatkan banyak agenda kesenian yang ditiadakan.

    “Tentu imbaskan sangat kita rasakan sebagai seorang seniman. Dan kita berharap agar pandemic ini cepat berlalu, supaya kita bisa berkarya kembali. Dan untuk tetap Bali menjadi destinasi wisata yang dikagumi mancanegara. Yang jelas, pariwisata tanpa budaya tidak akan bisa langgeng, saling berkaitan,” tegasnya. |RM|

    Berita Terpopuler

    Polisi Bubarkan Balap Liar di Pucaksari

    Polisi menyita sepeda motor yang diduga milik pelaku balapan liar di Desa Pucaksari. Saat polisi membubarkan aksi balapan, para pelaku kabur...

    Buyan Dirancang Jadi Kawasan Premium

    Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana saat menyosialisasikan penataan danau Buyan menjadi salah satu kawasan pariwisata premium di Buleleng |FOTO : Istimewa|

    Proses Hukum Ngaben di Sudaji Resmi Dihentikan

    Tim hukum dan tim litigasi dari Berdikari Law Office bersama Gede S dan keluarga |FOTO : Istimewa|

    Dosen Muda Selesaikan Program Doktor Tercepat dengan Predikat Cumlaude

    Ni Kadek Juliantari |FOTO : Istimewa| Singajara, koranbuleleng.com |Kebahagiaan terpancar dari wajah mahasiswa Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha),...

    Related articles