Pariwisata Lesu, Realisasi Penerimaan PHR Jauh dari Target

Singaraja, korabuleleng.com| Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Buleleng pesimis jika realisasi penerimaan Pajak Hotel dan Restoran (PHR) jauh dari target. Pasalnya, sampai dengan saat ini kondisi pariwisata di Buleleng masih sepi. Sejumlah DTW juga belum dibuka.

Data yang dihimpun menyebutkan, realisasi pendapatan Pajak Hotel dan restoran hingga triwulan ketiga masih berada di bawah 60 persen. Untuk target pajak hotel yang sudah dievaluasi tahun 2020 sebesar Rp13,8 miliar baru terealisasi sebesar Rp7,1 miliar atau 51,69 persen, sedangkan untuk pajak restoran dari target yang terpasang sebesar Rp9,98 miliar baru terealisasi Rp5,46 miliar atau 54,69 persen.

- Advertisement -

Kepala BPKPD Kabupaten Buleleng Gede Sugiartha Widiada menyebut jika pendapatan daerah dari sektpr {ajak Hotel dan restoran tidak terlalu dikejar. Pasalnya, sampai dengan saat ini kondisi pariwisata di kabupaten Buleleng masih sepi, walapun Pemerintah sudah memberlakukan tatanan kehidupan era baru atau new normal dan membuka DTW untuk wisatawan local.

“Untuk PHR memang targetnya kita sudah evaluasi tiga kali dan juga dirasionalisasi. Yang membayar sih ada, tapi kenaikannya tidak terlalu tinggi. Kita sendiri sebenarnya pesimis target itu bisa teraalisasi,” ucapnya.

Walapun demikian, mantan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng ini tetap meminta pengusaha hotel dan juga restoran di Kabupaten Buleleng yang masih beroperasi bisa menunaikan kewajibannya untuk melaporkan pendapatan.

“Untuk hotel restoran sekecil apapun peendapatannya wajib melaporkan, walaupun tidak ada pendapatan nol pun harus dilaporkan,” ujar Sugiartha.

- Advertisement -

Rendahnya realisasi target PPHR Buleleng salah satunya disebabkan oleh belum pulihnya pariwisata di Kabupaten Buleleng. Sejumlah Daya Tarik Wisata (DTW) di Kabupaten Buleleng juga sampai dengan saat ini masih tutup. Kondisi itu pun berdampak pada tingkat kunjungan wisatawan dan berpengaruh pada tingkat hunian di hotel atau restoran di Buleleng.

Salah satu DTW yang masih tutup adalah objek wisata selfie yang ada di wilayah Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada. Di Desa tersebut, sedikitnya ada empat objek wisata selfie yang terletak di sepanjang Jalan Raya Wanagiri-Munduk, belum ada yang buka. Seluruhnya dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Prabhawa Giri Wisata, yang bernaung di bawah pemerintah desa.

Perbekel Wanagiri Made Suparanton mengatakan, objek wisata itu berada di wilayah konservasi, yang dikelola BKSDA Bali. Pihaknya sudah berupaya mengajukan izin agar objek wisata itu dapat dibuka kembali. Sebab cukup banyak warganya yang menggantungkan hidup dari objek wisata tersebut.

“Kami sudah koordinasi ke Dinas Pariwisata juga. Karena memang ini ada di wilayah konservasi, harus ada persetujuan dari kementerian. Informasi terakhir dari BKSDA, masih menunggu rekomendasi dari Dirjen. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bisa segera dibuka kembali,” harapnya. |RM|

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts