Buleleng Kekurangan 80 Kamar Isolasi Terpusat, Baru Tersedia 171 Kamar

TNI membangun posko di asrama mahasiswa Undiksha di Kampus Jinengdalem |FOTO : Yoga Sariada|

Singaraja, koranbuleleng.com|Sampai saat ini, Satgas COVID-19 kabupaten Buleleng sudah menyediakan 171 kamar dari tempat isolasi terpusat yang menggunakan asrama mahasiswa Undiksha dan beberapa hotel yang ada di Buleleng. Pemindahan orang tanpa gejala (OTG) ke isolasi terpusat baru di mulai Selasa 13 Juli 2021 sore hari. Saat ini, tercatat sekitar 401 orang yang berstatus OTG di Buleleng.

- Advertisement -

Bupati Buleleng yang juga Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Buleleng, Putu Agus Suradnyana menjelaskan Sampai saat ini, sudah ada empat hotel yang bersedia digunakan sebagai tempat isolasi terpusat yaitu Hotel Gaia Oasis, Hotel Gran Surya, Hotel Aneka Lovina dan Hotel Puri Bagus.

Dari empat hotel tersebut, tersedia sebanyak 131 kamar dengan dua tempat tidur per kamar. Sedangkan, untuk Asrama Mahasiswa Undiksha di Desa Jinengdalem tersedia 40 kamar, dengan dua tempat tidur per kamar. “Jadi total ada 171 kamar yang bisa menampung 342 orang pasien OTG-GR,” ucap Agus Suradnyana usai memimpin rapat koordinasi (rakor) dengan anggota Forkopimda Buleleng di Ruang Rapat Lobi Kantor Bupati Buleleng, Selasa 13 Juli 2021.

Pemkab Buleleng masih berupaya melakukan lobi –lobi dengan pengusaha hotel lainnya untuk menambah jumlah kamar isolasi terpusat.  Satgas masih kekurangan sekitar 80 kamar untuk merawat 401 pasien tersebut.  

Untuk skema pemindahan, dibagi per desa. Pembagian juga akan dilakukan dengan Forkopimda. “Dari pihak TNI, Kepolisian dan juga Satpol PP sudah siap untuk mengawal untuk mereka masuk di isolasi,” kata dia.

- Advertisement -

Dalam rakor dengan Forkompomda, juga dibahas percepatan vaksinasi. Sebelumnya, skema sudah ditentukan yaitu disebar dan terpusat ke kecamatan dan diawali di lima kecamatan yaitu Gerokgak, Banjar, Busungbiu, Buleleng, serta Seririt.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) diinstruksikan untuk merapatkan para camat kemudian para camat merapatkan para kepala desa untuk menyisir warganya yang belum divaksin. “Jadi yang tercecer saat vaksinasi sebelumnya, mungkin tidak ada di rumah saat vaksin sebelumnya, saya dorong untuk vaksinasi di lapangan kecamatan yang kita buka selama empat hari kedepan. Setelah itu kita pindah ke timur lagi,” ungkap Agus Suradnyana.

Untuk pelaksanaan PPKM Darurat, sesuai dengan kesepakatan antara Forkopimda, diputuskan bahwa gerai ponsel tidak beroperasi. Bengkel masih bisa buka namun showroom tidak diperbolehkan untuk buka.

Terpisah, Sekda yang juga Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng Gede Suyasa menyebutkan untuk vaksinasi di kecamatan sasarannya adalah usia 18 tahun ke atas. Untuk usia 12-17 tahun sudah di sekolah dan ada tim vaksinasinya. Vaksin yang akan digunakan di kecamatan adalah astrazeneca. Untuk sekolah digunakan Sinovac. “Diharapkan satu hari bisa 1000 orang tervaksin per titiknya. Jadi akan ada tambahan sekitar 5000 per hari,” tutupnya.

Komitmen Undiksha

Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) terus berkomitmen untuk mendukung pemerintah dalam memutus rantai penyebaran COVID-19, khususnya di Kabupaten Buleleng. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan menyiapkan satu blok asrama di Kampus Jinengdalem sebagai tempat isolasi mandiri.

Rektor Undiksha, Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd, menjelaskan kontribusi Undiksha ini tidak lepas dari adanya peningkatan kasus Covid-19 di Kabupaten Buleleng yang menyebabkan ruang isolasi di sejumah rumah sakit hampir penuh.  Selain itu, juga ada harapan dari Bupati Buleleng agar pihak lain turut berkontribusi dalam menyediakan tempat isolasi mandiri yang layak, nyaman, dan sehat.

 “Oleh karena itu, kita juga memiliki asrama yang belum penuh ditempati oleh mahasiswa, kita sumbangkan, atau berikan, atau ijinkan satu blok asrama untuk penanganan masyarakat yang terpapar COVID-19. Itu tempatnya di Jinengdalem,” jelasnya. 

Asrama lantai III ini sebelumnya telah ditunjau oleh Tim Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Buleleng. Kapasitas asrama tersebut sebanyak 80 orang dan telah dilengkapi fasilitas yang memadai. Pemanfaatannya ini, lanjut Rektor Jampel juga diimbangi dengan pengawasan yang ketat oleh Satgas untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 kepada penghuni yang lain.  

“Ini diatur dengan baik oleh Satgas. Sudah dipetakan, menata bagaimana orang yang keluar masuk disana harus steril. Ini juga dijaga 24 jam,” ungkapnya. 

Jampel juga menyampaikan sebagai perguruan tinggi yang memiliki Fakultas Kedokteran, Undiksha juga telah membentuk tim vaksinator yang turut membantu pemerintah dalam pelaksanaan vaksinasi COVID-19 terhadap warga di Kabupaten Buleleng. “Ini dukungan yang kita berikan, bagaimana agar COVID-19 ini dapat tertangani secara maksimal,” tegasnya. 

Rektor yang juga sebagai Wakil Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Buleleng ini pun mengajak masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. “Kita sebagai institusi perguruan tinggi berharap masyarakat selalu menjaga kesehatan untuk diri sendiri dan orang lain,” pungkasnya.

TNI Gotong Royong Bersihkan Kamar Isolasi

Sementara itu,Dandim1609/Buleleng, Letkol Inf Muhammad Windra Lisrianto bersama 60 orang prajurit TNI dan petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Buleleng melaksanakan gotong royong membersihkan kamar isolasi di asrama mahasiswa Undiksha.

Gotong royong pembersihan ruang siolasi terpusat ini dilakukan agar ruang isolasi bisa ditempati secara layak oleh pasien COVID-19 dengan status OTG. Selain pembersihan juga dilakukan disinfeksi seluruh ruangan dengan cairan disinfektan , pemasangan sprai tempat tidur.

“Kami melakukan ini dengan serius dan cepat agar mereka yang menjalani isolasi merasa layak menjalani perawatan disini,” ujar Windra.

Selain itu, personil gabungan juga membuat tenda unuk pos pemantauan yang diletakkan di depan gedung Undiskha.|NP|

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts