Atlet Buleleng Harus Warnai Kejuaraan Internasional

Singaraja, koranbuleleng.com| Pengembangan olahraga di daerah diharapkan tidak terbatas untuk bisa berkiprah ditinhkat lokal maupun level nasional, namun juga hingga internasional. Sehingga, pembinaan atlet harus dilakukan sejak dini dan kontinyu.

Sejauh ini, sasaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) kabupaten, hanya sebatas Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dan lebih jauh PON. Sejatinya, dengan banyaknya cabang olahraga yang dinaungi oleh anak-anak muda sasarannya bisa lebih hingga level internasional.

- Advertisement -

“Kita harus siapkan atlet yg berpotensi kearah sana. Bukan sekedar ikut PON. Sisir atlet yang punya potensi, postur, kemampuan di lapangan, termasuk pelatih. Dengan pengumpulan atlet dan pelatihan diberikan wawasan oleh KONI ini, bisa jadi pengembangan kedepan,” ujar Staf Ahli Kemenpora RI Prof Harry Setyono, ditemui usai memberi materi di Workshop Pengembangan Sport Science dan Binpres KONI Buleleng, Kamis, 22 Desember 2022.

Harry mengatakan, untuk berkiprah ke jenjang internasional, cabang olahraga harus muali pembinaan terhadap atlet sejak usia dini. Sehingga, atlet tersebut lebih matang untuk di pertandingkan dalam kejuaraan mana pun. Selain itu, para pelatih juga harus melek terhadap teknologi. Dengan teknologi akan menambah pengetahuan dalam memberi pelatihan atlet.

“Dengan perkembangan tehknologi, tidak bisa berpacu dengan pengalaman. Pengalaman memang di perlukan, namun pengetahuan sangat vital sekarang. Bagaimana pilih atlet, bagaimana kembangkan, itu sekarang ada dasar bisa dipakai,” katanya.

Kata Harry, sejatinya Buleleng memiliki potensi untuk mengembangkan para atlet. Hal itu dilihat dari antusias patih dan atlet. Selain itu, yang harus diubah juga dalam penjaringan atlet. Dimana sering kali, atlet yang ditunjuk dalam pertandingan diambil saat dia meraih kejuaraan bukan atlet yang sudah di persiapkan sejak dini.

- Advertisement -

“Intinya KONI tingkatkan sport science. Untuk menjadi hebat tingakatkan kerjasama KONI dan pelatih. Kerjasama yang bagus akan mengahsilkan hasil yang bagus,” ucapnya.

Ditempat yang sama, Ketua KONI Buleleng Ketut Wiratmaja mengatakan, dari evaluasi yang dilakukan pihaknya menyadari bahwa membutuhkan data dari masing-masing cabor untuk meraih prestasi tertinggi. Sehingga sangat dibutuhkan Workshop Pengembangan Sport Science dan Binpres ini.

Sebelumnya pihaknya juga telah menerapkan sport sience mulai dari tes fisik, tes psikologi, biometika. Nantinya, sport sience ini akan menjadi acuan pihaknya dalam menentukan atlet di berbagai event kejuaraan.

Wiratmaja menyebut, akan ada 4 kategori yang akan terbentuk dari hasil sport science masing-masing Pengkab Cabor. Yakni kategori emas, unggulan, prioritas dan binaan. “Ketika masuk dalam binaan, mereka dipastikan tidak berangkat. Mereka akan menerima uang pembinaan saja. Tidak ikut dalam kompetisi,” ujarnya.

Kedepannya KONI Buleleng juga akan menggelar sertifikasi pelatih tingkat I. Hal ini, sangat penting untuk keberhasilan atlet kedepannya. “Kita juga selenggarakan sertifikasi pelatih, setiap cabor punya sertifikat pelatih. Karena ini juga sangat dibutuhkan setiap keberhasilan atlet,” kata dia.|YS|

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts