Singaraja, koranbuleleng.com | Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng kembali melakukan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Triwulan Kedua pada Rabu, 2 Juli 2025 pagi. Agenda yang digelar di Ruang Rapat KPU Buleleng ini melibatkan sejumlah instansi, mulai Kesbangpol, Disdukcapil, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Badan Pusat Statistik (BPS), hingga perwakilan partai politik.
Ketua KPU Buleleng, Komang Dudhi Udiyana, menjelaskan bahwa pemutakhiran ini menjadi kewajiban sesuai amanat Peraturan KPU (PKPU) Nomor 1 Tahun 2025. Proses rekap dilakukan setiap triwulan demi menjaga keakuratan dan kemutakhiran data pemilih.
“Berdasarkan hasil rekap terbaru, jumlah total pemilih di Kabupaten Buleleng tercatat sebanyak 605.036 orang. Rinciannya, pemilih laki-laki sebanyak 302.065 orang, sedangkan pemilih perempuan sebanyak 302.971 orang. Sebaran pemilih ini mencakup 148 desa/kelurahan yang tersebar di 9 kecamatan,” ujar Dudhi,
Dalam rekap terbaru tersebut, Kecamatan Buleleng menjadi wilayah dengan jumlah pemilih terbanyak, yakni 112.798 orang yang tersebar di 29 desa/kelurahan. Jumlah tersebut terdiri atas 55.782 pemilih laki-laki dan 57.016 pemilih perempuan. Posisi kedua diduduki Kecamatan Gerokgak dengan 74.183 pemilih (36.959 laki-laki dan 37.224 perempuan) di 14 desa/kelurahan.
Berikutnya, Kecamatan Seririt mencatat 69.998 pemilih, terdiri atas 34.783 laki-laki dan 35.215 perempuan, yang tersebar di 21 desa/kelurahan. Sedangkan Kecamatan Sukasada dengan 15 desa/kelurahan memiliki 68.219 pemilih (33.980 laki-laki dan 34.239 perempuan).
Di Kecamatan Banjar, tercatat jumlah pemilih sebanyak 66.160 orang dengan komposisi 32.980 laki-laki dan 33.180 perempuan di 17 desa/kelurahan. Kecamatan Sawan, yang memiliki 14 desa/kelurahan, mencatat 62.143 pemilih (30.996 laki-laki dan 31.147 perempuan).
Adapun Kecamatan Tejakula dengan 10 desa/kelurahan memiliki 57.318 pemilih, terdiri dari 29.043 laki-laki dan 28.275 perempuan. Kecamatan Kubutambahan mencatat 53.847 pemilih (27.356 laki-laki dan 26.491 perempuan) di 13 desa/kelurahan.
Kecamatan Busungbiu menjadi wilayah dengan jumlah pemilih paling sedikit, yakni 40.370 pemilih, terdiri atas 20.186 laki-laki dan 20.184 perempuan yang tersebar di 15 desa/kelurahan.
Dudhi menegaskan, data pemilih ini bersifat dinamis dan selalu berubah karena faktor pindah domisili, meninggal dunia, maupun bertambahnya pemilih pemula. “Nanti saat pemutakhiran triwulan ketiga pasti akan berubah lagi. Ini masih sangat dinamis,” kata dia.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

