Singaraja, koranbuleleng.com | Sarana dan prasarana di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Buleleng berada dalam kondisi memprihatinkan. Kondisi ini menjadi kendala serius dalam memberikan layanan penyelamatan cepat kepada masyarakat. Melihat kondisi tersebut, Pemkab Buleleng memastikan akan segera melakukan perbaikan secara bertahap demi meningkatkan kesiapan Damkar.
Plt. Kepala Dinas Damkar Buleleng, Komang Kappa Tri Aryandono, menegaskan bahwa jumlah dan kondisi armada yang tersedia saat ini masih sangat jauh dari ideal. “Ini jauh dari ideal. Kita harus menyiapkan minimal 9 pos agar bisa merespons cepat. Buleleng ini luas sekali. Kalau hanya mengandalkan armada tua dan sedikit, ya sulit maksimal,” kata Kappa, Selasa, 15 Juli 2025.
Menurutnya, wilayah seluas Buleleng seharusnya memiliki setidaknya 20 armada pemadam kebakaran dan 9 pos penjagaan strategis. Namun faktanya, Damkar Buleleng kini hanya mengoperasikan 9 armada, yang mayoritas sudah berusia puluhan tahun dan mengalami kerusakan.
Rinciannya, dua armada di Pos Seririt berusia produksi 1996 dan 2006 yang disebut mengalami rusak ringan. Sementara di Pos Induk Buleleng terdapat lima unit armada keluaran tahun 1982, 2004, dan 2006, sebagian besar juga mengalami kerusakan. Tak jauh berbeda, Pos Kubutambahan hanya memiliki dua armada buatan 1996 dan 2008 yang kondisinya pun kurang layak.
Selain armada, persoalan serupa juga terjadi pada peralatan penting seperti mesin pompa, selang hingga perlengkapan penyelamatan yang tidak memadai. Kondisi ini diakui menjadi tantangan besar saat menghadapi situasi darurat kebakaran maupun penyelamatan.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, turun langsung meninjau markas Damkar. Dari hasil pantauannya, ia melihat langsung bagaimana keterbatasan sarana dan prasarana benar-benar berdampak pada kesiapsiagaan petugas. “Setelah kita lihat langsung, memang situasinya seperti yang dilaporkan. Sarpras dan fasilitas pendukung lainnya perlu perhatian serius. Saya sangat apresiasi semangat para petugas meskipun bekerja dalam keterbatasan,” kata dia.
Sutjidra menegaskan pemerintah daerah akan segera menyiapkan anggaran khusus untuk perbaikan bertahap serta pengadaan armada baru di tahun mendatang. “Kami akan penambahan URC. Sudah barang tentu unit damkar. Ini sudah tua sekali, prihatin juga lihat. Tapi mereka semangat sekali,” ucapnya.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

