Singaraja, koranbuleleng.com | Pemkab Buleleng resmi menggelontorkan 799 ton beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk disalurkan kepada lebih dari 39 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Bantuan ini menjadi salah satu upaya konkret Pemkab dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat.
Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra menegaskan, setiap KPM akan menerima total 20 kilogram beras yang disalurkan bertahap selama Juni dan Juli 2025. Data penerima bantuan ini mengacu pada Data Terpadu Sejahtera Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial RI, yang memuat sebanyak 39.984 keluarga.
Pihaknya juga meminta Dinas Sosial bersama jajaran perbekel untuk memastikan kembali validitas data penerima. “Kepala Dinas Sosial dan perbekel agar betul-betul melaksanakan verifikasi data masyarakat sehingga program benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Saya tidak ingin ada masyarakat yang benar membutuhkan tercecer dan tidak mendapatkan program dari pemerintah,” ujarnya, usai peluncuran penyaluran CPP, Selasa, 15 Juli 2025.
Sebelum dibagikan ke masyarakat, Pemkab Buleleng memastikan seluruh beras telah melalui proses uji tanak, demi menjamin kualitas dan kelayakan konsumsi. “Saya tenang karena beras yang akan disalurkan benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat. Jumlahnya besar, jadi mohon terus diawasi agar tidak ada yang tercecer,” ucapnya.
Lebih lanjut, Sutjidra memaparkan langkah strategis Pemkab Buleleng untuk memperkuat ketahanan pangan daerah. Di antaranya melalui kerjasama bersama Kodim 1609/Buleleng dan Polres Buleleng guna meningkatkan produksi padi dan jagung lokal. Melalui Dinas Pertanian, Pemkab juga telah meluncurkan program unggulan seperti “Padi Jegeg Buleleng” serta memperkenalkan “Beras Jagung Buleleng” kepada masyarakat.
Warga Buleleng pun diajak beralih mengkonsumsi nasi jagung sebagai alternatif sehat dan bergizi. Langkah ini sekaligus mendorong kemandirian pangan dengan mengurangi ketergantungan pada beras padi dari luar daerah.
Selain itu, Sutjidra mengungkapkan pemerintah kini tengah memetakan wilayah potensial untuk ladang pangan, agar dapat dimaksimalkan sebagai pusat produksi lokal. Dengan upaya tersebut, Buleleng diharapkan semakin tangguh dan mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya.
“Saya sendiri setiap hari mengkonsumsi nasi jagung dengan komposisi 70 persen beras, 30 persen jagung. Jangan ragu makan nasi jagung. Jagung yang kita kembangkan sekarang pulen, enak,” kata dia.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

