Singaraja, koranbuleleng.com | Sebanyak 2.085 paket Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi diluncurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Widya Dharma Bali 4. Program ini menjadi langkah nyata dalam mendukung peningkatan kesehatan dan daya tahan tubuh siswa di Banyuning, Buleleng.
Peluncuran program berlangsung di SMK Ti Bali Global Banyuning pada Senin, 29 September 2025. Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng, Kadek Agus Hartika, yang hadir secara langsung, menegaskan bahwa program MBG merupakan bagian dari upaya strategis memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
“Kami harap program ini dapat meningkatkan konsentrasi dan prestasi belajar siswa dengan memastikan mereka mendapatkan asupan gizi yang cukup,” ujar Kadek Agus Hartika saat menyerahkan paket MBG secara simbolis.
Program MBG sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, serta menjadi implementasi dari salah satu misi Asta Cita, yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang sehat dan unggul.
Kadek Agus Hartika menjelaskan, paket makanan bergizi ini dirancang untuk meningkatkan status gizi masyarakat sekaligus menekan angka stunting di Buleleng. Seluruh tahapan penyediaan makanan dilakukan secara profesional mulai dari perencanaan menu, pengadaan bahan baku, pengelolaan dapur, hingga distribusi dan pengawasan oleh tim ahli gizi.
Selain berdampak pada kesehatan siswa, program ini juga memberikan efek ekonomi positif dengan melibatkan UMKM, petani, dan nelayan dalam rantai pasokan bahan makanan.
Wakil PJ BGN Buleleng, Ketut Ngurah Arya Krisna, menambahkan bahwa 2.085 paket MBG tersebut disalurkan ke 8 sekolah di Kelurahan Banyuning, mencakup tingkat TK, SD, hingga SMK. Setiap menu makanan telah disesuaikan dengan kebutuhan gizi masing-masing kelompok usia.
“Kami juga menyediakan alternatif menu bagi siswa yang tidak menyukai nasi, seperti kentang, untuk memastikan asupan gizi tetap seimbang. Setiap ompreng memiliki takaran gizi berbeda antara PAUD hingga jenjang yang lebih tinggi agar kebutuhan nutrisi harian terpenuhi,” jelasnya.
Ia menegaskan, sinergi lintas sektor akan terus diperkuat agar pelayanan pemenuhan gizi bagi siswa di Buleleng semakin optimal di masa mendatang. (*)

