Dinkes Buleleng Gencarkan Vaksinasi Heksavalen, 2.450 Bayi Dapat Perlindungan dari Enam Penyakit Menular

Singaraja, koranbuleleng.com | Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng menggencarkan program vaksinasi Heksavalen bagi bayi sebagai upaya memperkuat perlindungan terhadap penyakit menular. Sebanyak 2.450 bayi di Buleleng menjadi sasaran penerima vaksin kombinasi ini yang kini menjadi bagian dari imunisasi dasar nasional.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menjelaskan bahwa peluncuran vaksin ini merupakan jawaban atas keresahan masyarakat mengenai banyaknya suntikan yang diberikan kepada bayi saat imunisasi dasar.

- Advertisement -

Lewat vaksin Heksavalen, bayi langsung mendapatkan perlindungan dari enam penyakit menular sekaligus, yakni difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, Haemophilus influenzae tipe B (Hib), dan polio. Vaksin ini sekaligus menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ujarnya, Rabu, 8 Oktober 2025.

Menurut Sebawa, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Lebih jauh, vaksin kombinasi ini juga dinilai menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya terjadi antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

- Advertisement -

Dari sisi tenaga kesehatan, efisiensi juga semakin terasa. Proses pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas Sebawa.

Sebawa menambahkan, Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional, bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB), yang mulai mengimplementasikan vaksin Heksavalen pada Oktober 2025.

Di Kabupaten Buleleng sendiri, vaksin ini diberikan kepada bayi berusia 2 bulan hingga 2 bulan 29 hari. Ia pun menargetkan penerapan vaksin Heksavalen dapat mendorong capaian IDL di Buleleng mencapai 95 persen, sekaligus memperkuat sistem imun masyarakat dari potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular. “Sekaligus untuk mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular,” kata dia.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru