BGN Alihkan Distribusi MBG ke Paket Kering bagi Siswa Muslim di Buleleng Saat Ramadhan

Singaraja,koranbuleleng.com| Memasuki bulan suci Ramadhan, distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Buleleng mengalami penyesuaian teknis. Badan Gizi Nasional (BGN) melalui koordinator wilayah setempat mengubah pola penyaluran khusus bagi siswa beragama Islam.

Jika sebelumnya makanan siap santap dibagikan langsung di sekolah, kini siswa Muslim menerima paket makanan kering. Sementara itu, siswa non-Muslim tetap memperoleh makanan siap konsumsi sebagaimana hari biasa.

- Advertisement -

Kebijakan ini ditegaskan Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Buleleng, Rusdianto, setelah dilakukan koordinasi bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Buleleng dan mempertimbangkan dinamika pelaksanaan ibadah puasa di lingkungan sekolah.

“Untuk sekolah Muslim dan madrasah tetap kita distribusikan, tetapi dalam bentuk kemasan paket kering. Paket diberikan saat siswa hendak pulang sekolah agar tidak mengganggu kekhusyukan beribadah,” ujarnya, Rabu, 18 Februari 2026.

Khusus untuk madrasah, sejumlah pihak sekolah bahkan mengajukan dukungan tambahan untuk kegiatan buka puasa bersama. Permohonan tersebut, menurut Rusdianto, akan disesuaikan dengan kesiapan masing-masing Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Di sekolah umum, pihak sekolah diminta melakukan pendataan siswa Muslim. Skemanya seragam: paket kering dibagikan menjelang pulang sekolah agar dapat dikonsumsi saat berbuka puasa atau tetap layak hingga sore hari.

- Advertisement -

Sebaliknya, siswa yang tidak menjalankan ibadah puasa tetap menerima makanan siap santap di sekolah. Langkah adaptif ini dinilai sebagai bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan ibadah Ramadhan tanpa mengurangi hak penerima manfaat program MBG.

Rusdianto menegaskan penyesuaian tersebut bukan penghentian program, melainkan pengaturan ulang mekanisme distribusi agar tetap relevan dan tepat sasaran selama bulan suci.

Meski skema telah disiapkan, penyaluran MBG pada pekan ini untuk siswa sekolah terpaksa dihentikan sementara. Situasi pembelajaran yang masih berlangsung dari rumah menjadi kendala teknis dalam proses distribusi.

Selain itu, adanya cuti bersama turut memengaruhi efektivitas penyaluran bantuan.

“Meski cuti bersama, kami tetap menyalurkan bantuan kepada kelompok sasaran 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita selama masa libur,” tutupnya.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru