Muaythai Buleleng Bawa Pulang Enam Medali dari Kejurnas IMC 2026

Singaraja, koranbuleleng.com | Kontingen Muaythai Buleleng membawa pulang enam medali dari Kejuaraan Nasional Indonesia Muaythai Championship (IMC) 2026 di Bekasi. Raihan tiga emas dan tiga perak tersebut kini menjadi pijakan evaluasi pembinaan dan regenerasi atlet Muaythai Buleleng.

Kejurnas IMC 2026 berlangsung di GOR Abdur Rosyad, Kota Bekasi, 4-9 Agustus 2026. Kejuaraan ini mempertemukan atlet Muaythai dari berbagai daerah di Indonesia dengan persaingan antarkelas yang cukup ketat.

- Advertisement -

Buleleng mampu menempatkan enam atlet di podium. Tiga emas diraih Luh Mila Yuni Ariani, Kadek Tegar Radiarta, dan Kadek Bayu Suteja. Sementara tiga medali perak dipersembahkan Ida Bagus Ngurah Prabawa Manuaba, I Gusti Agung Ayu Kartika Dewi, dan Ni Ketut Listrayanti.

Koordinator Kontingen Muaythai Buleleng, Gede Sudarma mengatakan, hasil tersebut menunjukkan kemampuan atlet Buleleng bersaing di level nasional.

“Raihan ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Di tengah persaingan yang ketat, para atlet sudah mampu mempersembahkan yang terbaik untuk Buleleng,” ujarnya, Senin, 10 Agustua 2026.

Sudarma menegaskan, raihan medali tidak semata-mata menjadi ukuran keberhasilan kontingen dalam satu kejuaraan. Hasil pertandingan juga akan digunakan untuk memetakan kekuatan dan kekurangan atlet.

- Advertisement -

Evaluasi akan mencakup kemampuan atlet hingga pola pembinaan yang selama ini dijalankan. Hasil tersebut diharapkan menjadi dasar untuk memperkuat program latihan dan menjaga keberlanjutan prestasi Muaythai Buleleng.

Selain mempertahankan atlet yang sudah berprestasi, pembinaan juga diarahkan untuk menyiapkan generasi baru agar regenerasi tidak terputus. “Kedepannya, hasil ini akan terus menjadi evaluasi untuk pembinaan atlet sekaligus regenerasi atlet Muaythai di Kabupaten Buleleng,” ucapnya.

Salah satu capaian menonjol datang dari Kadek Bayu Suteja. Atlet Buleleng ini berhasil merebut medali emas pada kelas elite 48 kilogram putra.

Bayu mengaku sempat diliputi keraguan sebelum pertandingan. Persaingan di kelas tersebut cukup berat karena dihuni atlet-atlet dengan kemampuan yang kuat.

Meski demikian, Bayu tidak membiarkan keraguan mengganggu persiapannya. Ia tetap berpegang pada program latihan yang telah dijalani dan berusaha menjaga fokus selama pertandingan.

“Awalnya saya sempat pesimis karena persaingan di kelas saya sangat ketat. Tapi saya berusaha tetap fokus dan percaya dengan kemampuan yang sudah dipersiapkan selama latihan,” kata dia.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru