Singaraja,Koranbuleleng.com | Polres Buleleng mengerahkan hingga 600 personel untuk mengamankan pelaksanaan Buleleng Festival (Bulfest) 2026. Ratusan personel tersebut disebar secara bergantian selama enam hari pelaksanaan festival, mulai 18 hingga 23 Agustus 2026.
Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman mengatakan, pengamanan diperkuat untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan, termasuk aksi pencopetan yang pernah terjadi pada pelaksanaan Bulfest sebelumnya. Saat ini, personel telah dipetakan untuk menjaga jalur menuju lokasi festival maupun titik-titik yang menjadi pusat keramaian.
“Kita sudah memplotting dan menyusun personel, baik yang melaksanakan pengamanan di jalur ataupun di lokasi. Dan kemudian di lokasi pun sudah kita bagi di titik-titik tertentu, baik yang berseragam ataupun tidak berseragam,” ujarnya saat ditemui Senin, 17 Agustus 2026.
Polres Buleleng menjadikan pengalaman Bulfest tahun sebelumnya sebagai salah satu dasar menyusun pola pengamanan. Polisi mencatat adanya kasus pencopetan saat festival dan sejumlah kasus tersebut telah berhasil diungkap.
Kata Ruzi Gusman, kepolisian juga telah menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap barang bawaan selama berada di tengah kerumunan.
“Sebelum kegiatan Bulfest dan saat-saat ini, kita sudah menyebarkan informasi-informasi terkait dengan apa-apa yang harus dilakukan oleh warga untuk mengantisipasi copet tersebut. Kalau masih melakukan dan tertangkap, ya kita tidak akan memberikan toleransi seperti tahun sebelumnya,” ucapnya.
Ruzi Gusman menegaskan, masyarakat juga memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya pencurian. Polisi meminta warga menjaga barang berharga dan meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika berada di kawasan yang dipadati pengunjung.
Dari keseluruhan kekuatan yang diterjunkan, jumlah personel yang diterjunkan mencapai sekitar 500 hingga 600 orang. Personel berasal dari Polres Buleleng hingga jajaran Polsek.
“Kami menerjunkan personel mulai dari Polres sampai rayon di Singaraja, rayon dari Polsek. Dan tentunya dengan pertimbangan perkiraan jumlah masyarakat yang hadir. Sekitar 500-600 personel yang kita libatkan, hampir setengah kekuatan,” kata dia.
Ruzi Gusman menambahkan, pihaknya telah membuat pola pengamanan. Pola dibuat bergantian menyesuaikan jadwal kegiatan Bulfest yang berlangsung siang hingga malam. Polisi juga menempatkan personel berseragam dan berpakaian sipil di sejumlah titik.
“Kita tidak akan memberikan ruang untuk terjadi kejahatan dengan salah satunya menempatkan personel-personel tersebut. Yang saya jamin, intinya akan banyak polisi yang jaga. Baik yang berseragam ataupun tidak,” ujarnya.
Di sisi lain, Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra memastikan persiapan pelaksanaan Bulfest 2026 telah memasuki tahap akhir. Berbagai persiapan teknis dilakukan menjelang pembukaan, mulai dari pengecekan panggung, check sound, penyesuaian kebutuhan penampil hingga proses loading stan UMKM.
“Untuk penari-penari itu, mereka sore ini sudah mulai melakukan cek panggung. Loading dari UMKM sudah mulai, mulai nanti. Tapi dari kemarin sudah ada,” ujarnya.
Stan UMKM dan kuliner menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian dalam penataan kawasan festival. Pemerintah memberikan ruang kepada pelaku usaha untuk mulai berjualan sejak hari pembukaan.
“Saat pembukaan dari pagi sudah mulai. Sudah boleh (berjualan),” kata dia.
Bulfest 2026 dijadwalkan dibuka pada Selasa, 18 Agustus 2026 sore. Pembukaan direncanakan dihadiri dan dibuka Gubernur Bali Wayan Koster. Selain rangkaian kegiatan seni dan budaya, pembukaan Bulfest 2026 juga menghadirkan grup musik nasional Kla Project sebagai bintang tamu utama.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

