Bulfest 2026 Hadirkan Dua Dokar, Bawa Nuansa Singaraja Tempo Dulu

Singaraja, koranbuleleng.com | Suasana Singaraja tempo dulu dihadirkan dalam pelaksanaan Buleleng Festival (Bulfest) 2026. Dua dokar disiapkan sebagai angkutan tradisional yang bisa dimanfaatkan masyarakat selama pelaksanaan Bulfest, 18 hingga 23 Agustus 2026.

Dua dokar tersebut beroperasi di kawasan Zona A Bulfest, khususnya di sekitar Jalan Ngurah Rai hingga kawasan Rumah Jabatan Bupati Buleleng.

- Advertisement -

Kepala Dinas Perhubungan Buleleng, Gede Gunawan A.P. mengatakan, penggunaan dokar menjadi bagian dari konsep Bulfest tahun ini yang mengangkat tema heritage atau suasana tempo dulu.

“Untuk Bulfest tahun 2026, transportasi gratis seperti tahun 2025 itu tidak ada. Sekarang karena konsepnya adalah tempo dulu, panitia memakai dokar,” kata Gunawan, ditemui Selasa, 18 Agustus 2026 sore.

Menurutnya, dokar dipilih bukan semata-mata sebagai alat transportasi, tetapi juga untuk memperkenalkan kembali moda angkutan tradisional yang pernah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Singaraja. Nuansa tersebut dinilai penting, terutama bagi generasi muda yang tidak lagi banyak mengenal dokar sebagai sarana transportasi masyarakat pada masa lalu.

“Memilih dokar karena heritagenya ini kan tempo dulu. Kita mencoba nuansanya dikembalikan ke tempo dulu dengan mempergunakan alat angkut tempo dulu itu, kan dokar. Jadi agar masyarakat, terutama generasi muda, bagaimana sih tempo dulu angkutan transportasinya? Ini kita perkenalkan mereka melalui dokar,” ujarnya.

- Advertisement -

Pemkab Buleleng sebelumnya telah mengundang para pemilik dokar untuk ikut ambil bagian selama Bulfest berlangsung. Namun, dari sejumlah pemilik yang diundang, hanya dua pemilik dokar yang menyatakan sanggup berpartisipasi.

Masing-masing dokar akan mendapatkan pembayaran sebesar Rp300 ribu per hari selama pelaksanaan festival. Gunawan mengatakan masyarakat bebas memanfaatkan dokar tersebut untuk berkeliling di kawasan Bulfest. Namun, ia meminta masyarakat tetap tertib dan tidak berebut ketika ingin menaikinya.

Dokar akan berkeliling di sekitar Jalan Ngurah Rai dan kawasan Rumah Jabatan Bupati Buleleng. Kehadirannya diharapkan tidak hanya menjadi sarana transportasi alternatif, tetapi juga menjadi pengalaman bagi masyarakat untuk melihat kembali gambaran angkutan Singaraja pada masa lalu.

“Pokoknya di seputaran Jalan Ngurah Rai, di mana di Rumah Jabatan. Jadi orang mengenal, oh, ini lho angkutan tempo dulu,” tutup Gunawan.(*)

Kontributor: Rika Mahardika

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru