Singaraja,koranbuleleng.com| Pelabuhan Celukan Bawang di Kabupaten Buleleng disiapkan menjadi terminal logistik khusus. Pemerintah Provinsi Bali mendorong pengembangan ini untuk mengubah jalur distribusi barang dari Jawa menuju Bali.
Gubernur Bali Wayan Koster mengatkan, proses pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang kini mulai masuk tahap tender. Rencana tersebut juga telah dibahas bersama Menteri Perhubungan.
“Sekarang sedang mulai proses tender untuk pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang. Saya sudah bertemu langsung dengan Menteri Perhubungan,” kata Koster saat membuka Buleleng Festival 2026, Senin, 18 Agustus 2026 malam.
Pemerintah menargetkan terminal logistik khusus itu rampung pada akhir 2027. Jika terealisasi, pola masuknya kendaraan logistik dari Jawa ke Bali akan berubah.
Selama ini, truk pengangkut barang dari Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, menyeberang menuju Gilimanuk sebelum melanjutkan perjalanan melalui jaringan jalan di Bali. Skema baru akan mengarahkan kendaraan logistik tersebut langsung menuju Celukan Bawang melalui jalur laut.
“Disiapkan terminal logistik khusus di Pelabuhan Celukan Bawang. nanti truk logistik dari ketapang tidak perlu meyebrang ke Gilimanuk, langsung Celukan Bawang,” ujarnya.
Pengembangan ini menempatkan Celukan Bawang sebagai salah satu pintu masuk logistik Bali. Jalur laut akan dimanfaatkan untuk mengurangi ketergantungan distribusi barang terhadap perjalanan darat.
Bagi Buleleng, rencana tersebut juga membuka peran baru Pelabuhan Celukan Bawang dalam sistem logistik Bali. Barang dari Jawa dapat masuk melalui wilayah utara Bali tanpa seluruh kendaraan berat harus melintasi jalur darat dari Gilimanuk.
Koster mengatakan, penggunaan jalur laut diharapkan dapat mengurangi pergerakan truk bertonase besar di jalan raya. Kendaraan berat yang selama ini melintas di berbagai ruas jalan Bali dinilai kerap menimbulkan persoalan, terutama ketika menghadapi kemacetan maupun jalur dengan kondisi medan tertentu.
“Jadi tidak perlu truk tonase berat itu mogok, macet, tidak kuat nanjak, bikin masalah lagi. Cukup keliling laut. Pak Menhub sudah setuju,” ucapnya.
Pemerintah Provinsi Bali tidak hanya mengandalkan Pelabuhan Celukan Bawang. Konsep distribusi logistik melalui jalur laut juga disiapkan dengan mengembangkan sejumlah pelabuhan lain.
Pelabuhan Sangsit di Buleleng, Amed di Karangasem, dan Kusamba di Klungkung masuk dalam rencana pengembangan tersebut. Dengan jaringan pelabuhan itu, pemerintah ingin membangun pola distribusi barang yang lebih banyak menggunakan jalur laut. Pergerakan kendaraan bertonase besar di jalan raya Bali diharapkan ikut berkurang.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

