Polisi Selidiki Kemunculan Drone Misterius di Gobleg

Singaraja, Koranbuleleng.com |Polres Buleleng mulai menyelidiki kemunculan drone misterius yang terbang pada malam hingga dini hari di Desa Gobleg, Kecamatan Banjar. Keberadaan drone yang membuat warga merasa seperti diawasi itu kini mendapat perhatian serius dari kepolisian.

Kapolres Buleleng, AKBP Ruzi Gusman, bersama tim bahkan turun langsung ke Desa Gobleg. Polisi menemui Perbekel Gobleg, pecalang, serta para pemuda untuk membahas langkah yang perlu dilakukan apabila drone serupa kembali terlihat.

- Advertisement -

“Saya sudah menjelaskan kepada perbekel, pecalang dan para pemuda di sana,terkait upaya-upaya apa yang harus dilakukan jika masih ada drone yang dicurigai,” jelas Ruzi, Senin, 7 September 2026.

Polisi belum memastikan tujuan penerbangan drone tersebut. Begitu pula dengan dugaan bahwa keberadaannya berhubungan dengan sejumlah kasus pencurian yang belakangan dikeluhkan warga.

Untuk memastikan hal tersebut, Polres Buleleng akan melakukan pendalaman. Kepolisian bahkan berencana meminta dukungan Satbrimobda Polda Bali dalam proses penyelidikan.

“Belum dapat dikaitkan antara terbangnya drone dengan kejadian-kejadian yang terjadi. Ada langkah-langkah penyelidikan lebih lanjut yang akan kami lakukan, termasuk dengan minta bantuan back up dari Satbrimobda Polda Bali,” kata Ruzi.

- Advertisement -

Langkah tersebut dilakukan setelah aktivitas drone memunculkan keresahan di tengah masyarakat. Warga mengaku beberapa kali melihat benda terbang tersebut melintas di atas permukiman ketika sebagian besar warga sudah beristirahat.

Sebelumnya diberitkan, aktivitas drone pada tengah malam hingga menjelang pagi membuat warga Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Buleleng, mulai merasa tidak nyaman. Dalam sepekan terakhir, drone berulang kali terlihat melintas di atas permukiman warga hingga pukul 03.00 Wita.

Perbekel Gobleg, I Made Separsa, sebelumnya mengungkapkan bahwa kemunculan drone mulai sering terlihat dalam sepekan terakhir. Waktu penerbangannya juga berlangsung hingga larut malam, bahkan memasuki dini hari, sekitar pukul 22.30 Wita sampai 03.00 Wita.

“Beberapa kali saya pantau terbang di atas rumah warga. Kami merasa seperti sedang diintai,” ujarnya.

Pengamatan warga juga menunjukkan drone yang muncul tidak selalu berjumlah satu. Separsa menyebut pernah melihat dua drone berada di udara secara bersamaan, meski terbang pada lokasi yang berjauhan.

Ketidakjelasan mengenai operator maupun tujuan penerbangan membuat keresahan warga semakin berkembang. Masyarakat belum mengetahui apakah aktivitas tersebut sekadar penerbangan biasa atau memiliki tujuan tertentu.

“Motifnya juga tidak tahu, siapa yang menerbangkan juga tidak tahu. Masyarakat merasa resah, merasa terintai,” katanya.

Kekhawatiran warga kemudian dikaitkan dengan sejumlah kasus kehilangan yang terjadi di desa tersebut. Beberapa warga dilaporkan kehilangan ayam aduan. Selain itu, terdapat pula kasus pembobolan villa.

Separsa menyebut sebagian besar warga tidak melaporkan kehilangan yang dialami kepada polisi. Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun di lingkungan masyarakat, jumlah ayam yang hilang disebut telah mencapai puluhan ekor jika dikalkulasikan dari berbagai kejadian.

“Bukan saya mengatakan drone ini jadi pemicu. Ini analisa kami saja, mengingat sejak ada intaian drone itu, kasus pencurian marak terjadi di desa kami. Warga kehilangan satu atau dua ekor ayam. Tapi kalau dijumlahkan, totalnya sudah mencapai puluhan ekor,” terangnya.

Kendati demikian, dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan kepolisian. Polres Buleleng masih perlu mengungkap identitas pengendali drone, tujuan penerbangan, serta mencari bukti yang dapat menjelaskan apakah aktivitas tersebut berkaitan dengan tindak pidana pencurian atau tidak.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru