Proyek Jembatan Integrated Farming Banyuasri Dikebut Jelang Musim Hujan

Singaraja, koranbuleleng.com | Pembangunan jembatan di kawasan Integrated Farming, Banyuasri, Buleleng, baru mencapai sekitar 10 persen. Pemkab Buleleng meminta penyedia jasa mempercepat pekerjaan, terutama struktur bagian bawah, sebelum memasuki puncak musim hujan.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengatakan, penyelesaian struktur bawah menjadi prioritas karena kondisi kawasan Integrated Farming Banyuasri kerap mengalami peningkatan debit air saat hujan.

- Advertisement -

Kondisi tersebut berpotensi menghambat proses konstruksi jika pekerjaan tidak segera dikebut. Karena itu, Pemkab Buleleng meminta bagian bawah jembatan sudah dapat dituntaskan pada November 2026.

“Mengingat musim hujan akan datang. Kita sarankan ke penyedia bulan November, konstruksi bagian bawahnya sudah harus selesai,” ujar Sutjidra usai meninjau pembangunan jembatan bersama Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, Senin, 7 September 2026.

Progres Jembatan Baru 10 Persen

Sutjidra menyebut pembangunan jembatan masih berada pada tahap awal. Saat peninjauan, pekerjaan difokuskan pada proses pengeringan area di bawah jembatan.

- Advertisement -

Tahapan tersebut menjadi salah satu bagian penting sebelum konstruksi struktur utama dapat dilanjutkan.

“Progresnya ini mungkin baru sekitar 10 persen. Jadi yang paling krusial ini untuk pengeringan di bawahnya,” katanya.

Pemkab Buleleng menargetkan seluruh pembangunan jembatan rampung pada Desember 2026. Waktu pengerjaan menjadi perhatian karena pekerjaan konstruksi akan berhadapan dengan kondisi cuaca yang memasuki musim hujan.

Untuk mengejar target tersebut, pembangunan jembatan akan menggunakan beton pracetak.

“Nanti pakai beton pracetak,” tegasnya.

Penggunaan beton pracetak ditujukan untuk mempercepat proses konstruksi sehingga pembangunan dapat tetap berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.

Jembatan Tak Ganggu Rencana Panjat Tebing

Selain mengejar penyelesaian jembatan, Pemkab Buleleng tetap mempertahankan rencana pengembangan kawasan Integrated Farming sesuai master plan.

Salah satu fasilitas yang direncanakan berada tidak jauh dari lokasi jembatan adalah sarana panjat tebing bertaraf internasional.

Fasilitas tersebut direncanakan dibangun di sisi kanan lahan Integrated Farming milik Pemkab Buleleng.

Sutjidra memastikan pembangunan jembatan tidak akan mengganggu rencana fasilitas panjat tebing tersebut. Kedua proyek diharapkan dapat berjalan secara bersamaan.

“Mudah-mudahan ini bisa paralel, simultan, fasilitas panjat tebingnya selesai, jembatan juga selesai,” ucapnya.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru