Singaraja, koranbuleleng.com | Kesiapan armada pemadam kebakaran di Buleleng kembali menghadapi kendala. Satu dari tujuh armada aktif milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Buleleng rusak setelah as panjang kendaraan lepas dan hingga kini belum ditemukan.
Kondisi itu membuat Damkarmat Buleleng untuk sementara hanya memiliki enam armada yang siap digunakan. Situasi tersebut terjadi ketika musim kemarau masih berlangsung dan potensi kebakaran di sejumlah wilayah Buleleng cukup tinggi.
Armada yang mengalami kerusakan merupakan mobil Borneo berkapasitas 5.000 liter. Kendaraan tersebut mengalami kerusakan setelah digunakan menangani kebakaran di Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada, Selasa, 15 September 2026.
Saat perjalanan kembali menuju Pos Damkarmat di Jalan Dahlia, as panjang kendaraan lepas di Jalan Dewi Sartika, tepatnya di depan Kantor BPN Buleleng. Armada kemudian tidak dapat melanjutkan perjalanan dan harus didorong menggunakan mobil Damkar lainnya.
Kepala Damkarmat Buleleng, Gede Arya Suardana, mengatakan komponen yang lepas berkaitan dengan sistem power take off (PTO), yang berfungsi menyalurkan tenaga mesin untuk mengoperasikan pompa penyemprot air.
“Ini as panjang yang berhubungan dengan power take off (PTO). Alat yang menyalurkan tenaga mesin untuk menyemprotkan,” ujar Arya, Kamis, 17 September 2026.
Komponen tersebut memiliki panjang sekitar 50 sentimeter. Berdasarkan informasi yang diterima Damkarmat, komponen itu diduga diambil seorang anak muda yang melintas menggunakan sepeda motor.
Namun, hingga Kamis (17/9), komponen tersebut belum ditemukan. Damkarmat pun meminta warga yang menemukan as tersebut agar segera mengembalikannya karena suku cadangnya sulit diperoleh.
“Kepada warga yang menemukan, mohon kiranya dikembalikan kepada kami di Jalan Dahlia atau Damkar. Karena ini unitnya sangat langka,” harapnya.
Persoalannya bukan hanya komponen yang belum ditemukan. Mobil Borneo tersebut merupakan kendaraan keluaran sekitar 1992 sehingga sejumlah suku cadangnya sudah sulit diperoleh di pasaran.
Jika as panjang itu tidak ditemukan, Damkarmat harus melakukan pemesanan khusus untuk mendapatkan komponen pengganti. Kondisi tersebut berpotensi membuat armada tidak segera kembali beroperasi.
Arya mengakui usia kendaraan menjadi salah satu tantangan dalam menjaga kesiapan armada Damkarmat. Pemeliharaan rutin tetap dilakukan, tetapi komponen kendaraan yang sudah berusia puluhan tahun tetap memiliki risiko mengalami kerusakan.
Saat ini Buleleng memiliki tujuh armada Damkar yang masih aktif. Dua unit ditempatkan di Pos Damkar Kubutambahan, dua unit di Pos Damkar Seririt, dan tiga unit berada di Pos Damkar Induk Buleleng.
Untuk memperkuat penanganan keadaan darurat, Damkarmat Buleleng telah mengagendakan pengadaan kendaraan penyelamatan pada 2026. Kendaraan tersebut nantinya dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan evakuasi, termasuk penanganan ular.
Sementara untuk armada pemadam kebakaran, Damkarmat berharap mendapat tambahan dua unit pada 2027.
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengatakan armada yang rusak harus segera diperbaiki. Pemkab Buleleng akan mengupayakan perbaikan melalui anggaran perubahan yang masih tersedia.
Sebagai langkah antisipasi, armada dari Pos Damkar Kubutambahan maupun Seririt juga dapat ditarik sementara untuk memperkuat Pos Induk di Singaraja jika terjadi kebutuhan penanganan kebakaran yang meningkat.
Sutjidra mengakui jumlah armada Damkar Buleleng saat ini belum ideal. Pengadaan kendaraan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah.
Kebutuhan tambahan armada semakin penting saat memasuki musim kemarau karena kejadian kebakaran cenderung meningkat.
“Ini sangat penting sekali karena di Buleleng setiap tahun pasti banyak (kebakaran). Terutama di musim kemarau ini sering terjadi kebakaran,” ungkapnya.
Pemkab Buleleng kemudian mengupayakan pengadaan dua armada Damkar berukuran besar pada 2027. Kedua kendaraan itu diprioritaskan untuk memperkuat Pos Induk Damkarmat Buleleng.
“Kalau 2027 saya usahakan untuk dua tambahan lagi. Astungkara,” kata dia.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

