Singaraja, koranbuleleng.com | Jembatan penghubung Desa Kerobokan dengan Kampung Jarat, Kelurahan Penarukan, Kecamatan Buleleng, masih menghadapi ketidakpastian penanganan meski kerusakannya telah berlangsung cukup lama. Dinas PUPR-Perkim Buleleng menargetkan penanganan pada 2027, dengan pilihan pemeliharaan atau penggantian jembatan sesuai kemampuan anggaran.
Kondisi jembatan sepanjang sekitar delapan meter itu menjadi perhatian karena lapisan aspal berlubang di sejumlah titik. Kerusakan tersebut berpotensi mengganggu kenyamanan sekaligus membahayakan pengguna jalan yang melintasi akses penghubung kedua wilayah tersebut.
Kepala Dinas PUPR-Perkim Buleleng, I Putu Adiptha Eka Putra, mengatakan pemerintah masih mempertimbangkan skema penanganan yang dapat direalisasikan tahun depan. Ketersediaan anggaran akan menentukan apakah jembatan cukup diperbaiki atau perlu diganti dengan konstruksi baru.
“Kalau anggarannya sedikit, kita lakukan pemeliharaan. Kalau ada anggaran lebih, baru bisa kita ganti dengan jembatan baru,” ujar Adiptha, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Penggantian jembatan juga membuka peluang peningkatan kapasitas akses kendaraan. Jika anggaran memungkinkan, konstruksi baru direncanakan lebih lebar sekitar satu meter pada masing-masing sisi.
“Jembatannya memang sudah tua. Kalau anggaran memungkinkan untuk diganti yang baru, akan diperlebar sekitar satu meter pada sisi kanan dan kirinya,” kata dia.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

