Kapolres Buleleng Peringatkan Ancaman Banjir dan Longsor, Warga Diminta Waspada

Singaraja, koranbuleleng.com | Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman banjir dan tanah longsor seiring meningkatnya intensitas hujan di Kabupaten Buleleng. Warga yang tinggal di kawasan perbukitan, bantaran sungai, dan daerah rawan longsor diminta segera melakukan langkah antisipasi.

Peringatan ini menyusul hujan yang mulai mengguyur sejumlah wilayah Buleleng disertai angin kencang. Bahkan, tanah longsor telah terjadi di Kecamatan Busungbiu.

- Advertisement -

Ruzi menyebut sejumlah wilayah yang memiliki kerawanan tinggi, di antaranya Sepang, Sepang Kelod, Banjar, Munduk, dan Lemukih. Warga di kawasan tersebut diminta menghindari aktivitas di sekitar sungai, terutama ketika debit air meningkat.

“Di wilayah Kota Singaraja saat ini sudah mulai hujan dan beberapa wilayah di Buleleng juga sudah mulai ada angin kencang. Kemudian kemarin di Busungbiu ada kejadian longsor. Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatiannya,” ujar Ruzi, Selasa, 3 November 2026.

Pengawasan terhadap anak-anak juga menjadi perhatian. Orang tua diminta tidak membiarkan anak bermain atau beraktivitas di sungai maupun bendungan ketika hujan turun. Arus deras dapat datang tiba-tiba seiring meningkatnya debit air.

“Kita minta masyarakat mengawasi anak-anak  yang melaksanakan kegiatan di sungai, bendungan dan sebagainya. Ditakutkan tiba-tiba arus datang karena debit hujan sudah mulai tinggi,” kata dia.

- Advertisement -

Selain ancaman luapan air, Ruzi meminta masyarakat memastikan drainase dan saluran air tidak tersumbat sampah. Tumpukan sampah dapat menghambat aliran air, sebelum akhirnya terseret arus deras dan menghantam kawasan di bawahnya.

“Kalau drainase sekarang penuh sampah, nanti tiba-tiba air banyak, tentunya sampah ini akan menghalangi air. Dia akan menahan dulu dalam waktu yang sebentar. Namun begitu air sudah semakin banyak, yang ini nanti akan menyapu apa yang ada di bawahnya. Bahkan rumah pun nanti akan tersapu,” ujarnya.

Ancaman longsor juga perlu diwaspadai pengguna jalan, khususnya yang melintas di kawasan Wanagiri dan Gitgit. Kedua wilayah tersebut berpotensi mengalami longsoran material pasir hingga batu saat hujan turun.

Sementara itu, kawasan Pancasari menghadapi potensi genangan air akibat kondisi geografis yang berbentuk cekungan, terutama di depan kawasan Andhara. Ruzi menilai kondisi tersebut membutuhkan langkah mitigasi agar genangan tidak berlangsung lama ketika hujan berkepanjangan.

“Bagi masyarakat yang melintas di sana untuk lebih berhati-hati pada saat hujan. Kalau di Pancasari karena memang posisinya itu ada cekungan, ini harus mulai sekarang kita bekerja untuk melakukan mitigasi-mitagasi,” ucapnya.

Ruzi meminta masyarakat tidak menunggu bencana terjadi untuk mulai melakukan persiapan. Perlengkapan darurat seperti jas hujan, sepatu, dan senter perlu disiapkan di rumah sebagai langkah menghadapi kondisi darurat.

“Mitigasi-mitigasi ini perlu kita persiapkan dari sekarang sebelum hujan itu nanti deras datangnya,” kata dia.

Untuk memperkuat kesiapsiagaan, Ruzi telah menginstruksikan seluruh jajaran Polsek berkoordinasi dengan pemerintah desa. Sosialisasi mengenai potensi bencana dan langkah penyelamatan diminta segera dilakukan kepada masyarakat.

Koordinasi juga dilakukan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, dan instansi terkait lainnya untuk memastikan kesiapan personel serta mempercepat penanganan apabila terjadi bencana.

“Saya sudah meminta kejajaran Polsek untuk mensosialisasikan ke pemerinta desa terkait mitigasi bencana ini,” kata Ruzi.

Ia menegaskan, pengalaman bencana pada tahun-tahun sebelumnya harus menjadi bahan evaluasi. Kesiapan masyarakat dan aparat tidak boleh terlambat ketika bencana kembali terjadi.

“Jangan nanti kita terdadak, sudah sering terjadi, malah kita tidak siap gitu. Mari sama-sama kita mulai dari sekarang mitigasi awal dulu untuk mempersiapkan ini karena saya lihat kemari hujannya lumayan sekali,” ucapnya.

Di sisi lain, Polres Buleleng juga menyelidiki dugaan perambahan hutan di Kecamatan Busungbiu. Penyelidikan dilakukan setelah polisi menerima laporan mengenai dugaan aktivitas pembukaan kawasan hutan tersebut.

Ruzi mengatakan penyelidikan masih berada pada tahap awal. Polisi belum memastikan luas kawasan yang diduga dirambah karena proses pemeriksaan masih berlangsung.

Ia menegaskan, penegakan hukum akan dilakukan apabila dugaan perambahan terbukti. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kerusakan lingkungan yang berpotensi memperbesar risiko bencana di Buleleng.

“Kita sedang melakukan penyelidikan terhadap beberapa kasus dugaan adanya perambahan hutan. Kita percepat penyelidikannya, kita berharap itu tidak terjadi. Tapi kalaupun iya, kita  lakukan penegakan hukum supaya ke depan wilayah Buleleng, kita tidak pasrah hanya untuk menunggu bencana saja, tapi kita harus berbuat mengantisipasi sejak awal,” kata dia.

Terkait luas kawasan yang diduga dirambah, Ruzi menyatakan belum ada angka pasti. Polisi masih mengumpulkan informasi dan mendalami laporan yang diterima.

“Ada yang melaporkan ke kita dan kita masih melakukan penyelidikan awal,” ucapnya.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru