Pemkab Buleleng Minta Tarif Jangkar-Celukan Bawang Tak Bebani Masyarakat

Singaraja, koranbuleleng.com | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng meminta tarif penyeberangan Jangkar, Situbondo, Jawa Timur menuju Celukan Bawang, Buleleng, ditekan sebelum jalur alternatif Jawa-Bali itu beroperasi. Biaya perjalanan menjadi perhatian agar lintasan baru tersebut tidak justru menambah beban masyarakat.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menilai, keterjangkauan tarif perlu menjadi pembahasan bersama PT ASDP Indonesia Ferry dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo). Sebab, pengguna jasa juga harus memperhitungkan tambahan biaya bahan bakar dan perjalanan darat menuju Pelabuhan Celukan Bawang.

- Advertisement -

“Kita kan harus mencarikan supaya tidak terlalu memberatkan masyarakat,” kata Sutjidra, Jumat, 6 November 2026.

Menurut Sutjidra, jalur Jangkar-Celukan Bawang berpeluang menjadi alternatif untuk mengurangi kepadatan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Namun, skema tarif harus diperhitungkan agar masyarakat memiliki pertimbangan biaya yang memadai untuk menggunakan lintasan tersebut.

Pemkab Buleleng telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan Pelindo terkait rencana pengoperasian jalur itu. Uji coba penyeberangan dijadwalkan berlangsung dalam dua pekan ke depan.

“Kemarin sudah ada koordinasi dari kementerian, kemudian dari Pelindo. Nanti kalau tidak salah di dua minggu ini uji coba untuk penyeberangan dari Jangkar ke Celukan Bawang,” ujarnya.

- Advertisement -

Sutjidra berharap ASDP dan Pelindo dapat mencari solusi agar biaya penyeberangan lebih terjangkau. Pembahasan tarif tersebut dinilai penting sebelum jalur alternatif itu dimanfaatkan masyarakat secara luas.

“Nah, ini mungkin dicarikan jalan keluar nanti dengan pihak ASDP dan Pelindo. Bagaimana kalau nanti misalkan harganya bisa lebih ditekan lagi,” kata dia.

Lintasan Jangkar-Celukan Bawang disiapkan untuk membantu mengurai kepadatan penyeberangan Ketapang, Banyuwangi menuju Gilimanuk, Jembrana, terutama selama libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).

Sementara itu, pembangunan Dermaga 3 Pelabuhan Celukan Bawang telah mencapai progres 99 persen pada awal November 2026. Kendati demikian, pelaksanaan uji coba masih menunggu kebijakan Kementerian Perhubungan. Jalur tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada periode Nataru 2026/2027.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru