Singaraja, koranbuleleng.com | Sebanyak 84 jemaah haji asal Kabupaten Buleleng akhirnya kembali ke pelukan keluarga, Jumat, 4 Juli 2025 sore. Kedatangan mereka disambut penuh haru di Masjid Agung Jami’ Singaraja, yang terletak di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Kampung Kajanan, Kecamatan/Kabupaten Buleleng.
Tangis kebahagiaan pecah saat satu per satu jemaah turun dari bus, setelah menempuh perjalanan panjang dari Tanah Suci. Keluarga, hingga kerabat menyambut dengan pelukan erat, membawa aura syukur dan khidmat di halaman masjid kebanggaan masyarakat Buleleng itu.
Rombongan jemaah tergabung dalam Kloter 71 dan Kloter 72 Embarkasi Surabaya, yang tiba di Bandara Juanda, Surabaya, Kamis, 3 Juli 2025 pukul 08.20 WIB. Perjalanan menuju Bali dilanjutkan pada Jumat dini hari pukul 00.30 WIB menggunakan tiga bus, dan rombongan tiba di Singaraja pada pukul 16.30 Wita.
Pelaksana Harian Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Buleleng, Lewa Karma menyampaikan bahwa jumlah jemaah yang dijemput di Buleleng sebanyak 84 orang, termasuk satu petugas haji daerah. “Jumlah jemaah haji yang dijemput sebanyak 84 orang, termasuk satu petugas haji daerah yakni Letkol Kav Angga Nurdyana yang merupakan Dandim 1609/Buleleng,” ujarnya, Minggu, 6 Juli 2025.
Meski jumlah keberangkatan dari Buleleng sebanyak 84 orang, satu jemaah tidak kembali. Lewa Karma menjelaskan bahwa Mahriya Mursit, 69 tahun, asal Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Buleleng, meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji di Kota Mekkah, Arab Saudi.
Kematian Mahriya menjadi kabar duka bagi keluarga dan seluruh rombongan, meski diyakini sebagai bentuk husnul khatimah karena terjadi di Tanah Suci. Kepergian beliau membuat total jemaah yang kembali hanya 83 orang.
Setibanya di Singaraja, seluruh jemaah langsung diserahkan kepada keluarga masing-masing. “Alhamdulillah, seluruh jamaah tiba dalam keadaan sehat. Semua rukun dan syarat haji telah dilaksanakan dengan baik di Tanah Suci, dan proses kepulangan berjalan tanpa kendala berarti,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa penjemputan dilakukan oleh tujuh petugas dari PHU Kemenag Buleleng, dengan sebagian jemaah dijemput di titik lain. Diantaranya, sebanyak 13 jemaah dijemput keluarga di Asrama Haji Surabaya 13 orang, turun di Probolinggo satu orang, Situbondo tiga orang, dan Ketapang dua orang. “Selebihnya turun di Buleleng,” kata dia.
Meski dinyatakan sehat, seluruh jemaah tetap akan dipantau kesehatannya oleh Kementerian Agama Buleleng dan pihak medis. Pemantauan ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi dini terhadap potensi gangguan kesehatan usai perjalanan jauh.
“Sebagai pemberitahuan arahan dokter kloter dan pihak panitia haji, jemaah diminta melaporkan perihal layanan tambahan yang diperlukan setiba di kampung halaman,” ucap Lewa Karma.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

