18 Warga Banyuning Digigit Anjing Diduga Terpapar Rabies

Singaraja, koranbuleleng.com | Teror gigitan anjing yang diduga terpapar rabies mengejutkan warga Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng. Dalam rentang waktu satu hari, sebanyak 18 orang dilaporkan menjadi korban serangan hewan tersebut yang terjadi di sejumlah titik permukiman.

Peristiwa ini memicu kekhawatiran di tengah masyarakat, mengingat pola serangan yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari dan menyasar warga secara acak di beberapa ruas jalan.

- Advertisement -

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, Sucipto memastikan penanganan medis terhadap para korban telah dilakukan secara cepat. Seluruh korban kini telah memperoleh vaksin anti rabies (VAR) di fasilitas layanan kesehatan.

“Semua korban sudah divaksin anti rabies. Tidak ada yang masuk kategori risiko tinggi,” ujarnya, Jumat, 24 April 2026.

Data yang dihimpun menunjukkan jumlah korban mencapai 18 orang, termasuk dua anak-anak yang masing-masing berusia 10 tahun dan 5 tahun. Luka gigitan umumnya ditemukan pada bagian kaki dan tangan, yang merupakan area paling rentan saat terjadi serangan mendadak.

“Sebagian besar digigit di kaki dan tangan. Seluruh korban telah ditangani di Puskesmas Buleleng 1, Puskesmas Buleleng 3, serta RSU Giri Emas,” kata dia.

- Advertisement -

Sementara itu, aparat kelurahan turut bergerak cepat menelusuri asal-usul kejadian tersebut. Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Banyuning, Putu Mahendra menjelaskan, informasi awal justru muncul dari laporan warga melalui media sosial.

“Kami cross check, ternyata kejadiannya dari pagi terus meningkat sampai malam,” ucapnya.

Hasil penelusuran sementara menunjukkan lokasi serangan tersebar di beberapa kawasan, mulai dari Jalan Pulau Samosir, Jalan Pulau Komodo, hingga lingkungan padat penduduk lainnya. Pola ini mengindikasikan anjing tersebut bergerak aktif dan agresif di wilayah tersebut.

Ciri-ciri hewan yang dicurigai juga telah diidentifikasi oleh warga dan aparat setempat. Anjing tersebut disebut berukuran kecil hingga sedang, berbulu krem, serta memiliki ekor pendek. Dugaan sementara mengarah pada anjing campuran yang sebelumnya dipelihara.

“Ciri-cirinya berukuran kecil hingga sedang, berwarna krem, dan berekor pendek. Dari tadi pagi kami sudah telusuri, tapi belum ditemukan. Nanti sore sampai malam akan kami lanjutkan pencarian bersama warga,” kata dia.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru