Jalur Denpasar-Gilimanuk Lumpuh, Kendaraan Besar Padati Jalur Buleleng

Singaraja, koranbuleleng.com| Pengalihan arus lalu lintas dari Jalur Denpasar-Gilimanuk akibat jalan jebol di dekat Pasar Bajera, Kabupaten Tabanan, memicu kepadatan kendaraan besar di ruas jalan Kota Singaraja, Selasa, 8 Juli 2025.

Pantauan koranbuleleng.com pada Selasa pagi, suasana Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Buleleng, terlihat krodit. Kendaraan besar angkutan barang dan penumpang tampak silih berganti datang dari arah timur dan barat. Sejumlah petugas kepolisian dan Dinas Perhubungan Buleleng berjaga di persimpangan, memasang rambu penunjuk arah agar sopir tak melintas ke jalur rawan.

- Advertisement -

Pengalihan arus ini berdampak serius di jalur Singaraja-Denpasar via Desa Gitgit. Kemacetan pun tak terelakkan. Waktu tempuh para sopir menuju Denpasar melonjak drastis. Biasanya hanya tiga jam, kini harus ditempuh hingga lima bahkan enam jam.

“Biasanya tiga jam sampai, sekarang bisa lima jam, enam jam, paling cepat empat jam. Biasanya jam segini sudah sampai,” ujar salah satu sopir, Ditresnani, saat ditemui beristirahat di Jalan Singaraja-Denpasar.

Ditresnani yang membawa tiner dari Jawa Tengah menuju Denpasar berharap pemerintah segera bergerak cepat menangani jalan jebol tersebut. “Saya kesini bawa tiner dari Jawa Tengah, mau ke Denpasar. Harapannya ini segera ditanggapi pemerintah,” ungkapnya.

Kasat Lantas Polres Buleleng, AKP Bachtiar Arifin menghimbau sopir bus dan truk besar agar memilih Jalur Singaraja-Amlapura. Jalur ini lebih landai dibanding Singaraja-Denpasar via Desa Gitgit, meskipun jaraknya lebih jauh. Sejumlah kendaraan besar sebelumnya sempat mogok di jalur Gitgit karena tak kuat menanjak.

- Advertisement -

“Kami menghimbau kendaraan-kendaraan yang dari Gilimanuk menuju ke Denpasar bisa menggunakan jalur Singaraja-Amlapura yang mana jalurnya memang lebih jauh. Namun lebih aman dan lebih landai untuk digunakan, dilintasi oleh kendaraan-kendaraan besar,” jelas Bachtiar.

Bachtiar mengatakan, pihaknya sudah menerjunkan personel di sejumlah persimpangan strategis, khususnya dari arah Wanagiri menuju Singaraja. Petugas juga memasang rambu-rambu penunjuk arah untuk menghindari kendaraan memasuki jalur berbahaya.

“Kami harapkan dengan upaya-upaya ini dapat memecah kemacetan, tidak terjadi penumpukan di jalan wilayah Buleleng,” katanya.

Bachtiar menambahkan, pihaknya juga berkoordinasi dengan penyedia mobil derek untuk berjaga jika ada kendaraan mogok. “Kami juga berkoordinasi dengan dari rekan derek maupun dari Dishub untuk men standby kan derek apabila memang dibutuhkan. Apabila ada kendaraan-kendaraan mogok ataupun yang membutuhkan pertolongan di tengah jalan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng, Gede Gunawan Adnyana Putra, turut menghimbau para sopir agar tak hanya mengandalkan petunjuk google maps, melainkan mengikuti arahan petugas di lapangan.

“Tolong ikuti arahan daripada para petugas. Sehingga keselamatan, keamanan, kelancaran lalu lintas itu bisa kita penuhi di masyarakat,” ujarnya.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru