Pemdes Kubutambahan Desak Pemprov Bali Bangun Ulang Patung Ikonik yang Dirusak Truk Molen

Singaraja, koranbuleleng.com | Pemerintah Desa Kubutambahan mendesak Pemerintah Provinsi Bali agar segera membangun ulang patung yang dulu berdiri megah di simpang tiga jalan utama Desa Kubutambahan. Patung ini dinilai penting sebagai ikon dan identitas desa, sekaligus penanda bagi warga setempat.

Perbekel Desa Kubutambahan, Gede Pariadnyana, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi langsung dengan Gubernur Bali, Wayan Koster, untuk meminta bantuan penggantian patung tersebut. Sebab saat ini, aset patung sudah tercatat di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Bali.

- Advertisement -

“Kami sudah ketemu dengan Gubernur, dan sedang menunggu waktu untuk menghadap Wakil Gubernur juga. Karena ini sudah menjadi aset provinsi, maka kami serahkan sepenuhnya kepada mereka. Yang jelas, di sana memang harus ada patung pengganti,” ujarnya, Rabu, 16 Juli 2025.

Terkait bentuk dan wujud patung pengganti, muncul banyak wacana yang berkembang di masyarakat. Ada yang menginginkan Patung Singa Murti, ada pula yang mengusulkan Patung Dewa Wisnu Kencana, sementara sebagian berharap dikembalikan ke bentuk semula yakni Patung Ganapati.

“Narasinya memang masih berkembang, tentu banyak pro dan kontra. Tapi nanti kita serahkan ke pihak provinsi yang menentukan. Yang penting segera dibangun,” ujarnya.

Disinggung soal ganti rugi dari pihak pengusaha pemilik truk molen yang menabrak patung hingga roboh, Pariadnyana menyebut hingga kini belum ada penyelesaian. Namun, menurutnya, hal itu menjadi urusan antara pihak perusahaan dengan pemerintah daerah. Ia juga mengungkapkan, pembangunan patung terdahulu menelan anggaran sekitar Rp200 juta.

- Advertisement -

“Kalau dulu anggarannya sekitar Rp200 juta. Sekarang tentu tergantung kondisi keuangan pemerintah. Yang penting nanti kalau dibangun, benar-benar diperkuat dan diperkokoh agar tidak terulang kejadian serupa,” tegasnya.

Hingga kini, lokasi bekas berdirinya patung masih dipasangi garis polisi. Pemerintah Desa berharap proses pembangunan patung pengganti bisa segera dimulai agar polemik cepat selesai, dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan tenang. “Yang jelas kita ingin pembangunan cepat dilakukan,” tutupnya.

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru