PMI Asal Sambirenteng Meninggal di Turki, Jenazah Dipulangkan ke Buleleng

Singaraja, koranbuleleng.com | Kabar duka menyelimuti Buleleng setelah seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Sambirenteng, Kecamatan Tejakula, Komang Sasa Dwi Lestari, 22 tahun, meninggal dunia di Istanbul, Turki. Perempuan muda itu dikabarkan wafat akibat sakit asam lambung akut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja Buleleng, Nyoman Suarjana, membenarkan informasi tersebut. Ia menjelaskan, Komang Sasa menghembuskan napas terakhirnya pada Minggu, 14 September 2025.

- Advertisement -

Jenazah almarhumah saat ini dalam proses pemulangan ke tanah air. Berdasarkan informasi, jenazah diterbangkan menggunakan maskapai Turkish Airlines nomor penerbangan TK66 dengan rute Istanbul – Denpasar. Kedatangan jenazah diperkirakan pada Selasa malam, 16 September 2025, sekitar pukul 19.15 Wita di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

“Malam ini jenazahnya tiba jam 19.15 di Bali. Kami dari Disnaker Buleleng ikut menjemput karena ada berita acara serah terima nanti. Rencananya jenazah akan langsung dibawa ke rumah duka di Desa Sambirenteng. Keluarga juga sudah menyiapkan ambulans di bandara,” ujar Suarjana, Selasa sore.

Suarjana mengungkapkan, Komang Sasa diketahui bekerja di sektor pariwisata sebagai terapis spa di Turki. Namun, namanya tidak tercatat dalam Sistem Komputerisasi Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI). Hal ini diduga karena ia berangkat secara mandiri tanpa melalui agen penyalur tenaga kerja resmi.

“Kemungkinan berangkat secara mandiri tanpa agen. Atau mungkin dengan keluarganya di sana lalu langsung dicarikan pekerjaan,” ucapnya.

- Advertisement -

Pihak Disnaker Buleleng bersama Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Bali masih menelusuri detail terkait status kerja almarhumah. Suarjana menyebut, BP3MI Bali juga sudah berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Istanbul untuk memastikan informasi mengenai wafatnya Komang Sasa.

“Staf kami yang ikut menjemput akan mencari informasi lebih lanjut,” ujar Suarjana.

Menurut Suarjana, biaya pemulangan jenazah tidak ditanggung negara, melainkan berasal dari keluarga serta bantuan masyarakat setempat.

“Sudah ada donasi menurut informasi dari Perbekel Sambirenteng. Termasuk biaya dari keluarga, sehingga bisa dipulangkan ke sini,” tutup dia.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru