Singaraja, koranbuleleng.com | Direktur Operasional PT BPR Bank Buleleng 45 (Perseroda), Made Dowadi, resmi mengajukan pengunduran diri kepada Bupati Buleleng. Keputusan tersebut diambil karena kondisi kesehatan mata yang membuatnya tidak dapat optimal menjalankan tugas sebagai direksi.
Pengunduran diri ini disampaikan langsung oleh Dowadi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dipimpin Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra.
Bupati Sutjidra menegaskan bahwa pengunduran diri Made Dowadi murni didasari alasan medis. Hal ini diperkuat dengan dokumen resmi yang dilengkapi rekam medis kesehatan Dowadi.
“Beliau memang mengalami masalah pada kedua mata. Sudah ditangani. Karena itu, saya minta beliau fokus pada pemulihan,” jelas Sutjidra, Selasa, 16 September 2025.
Meski telah menyatakan mundur, Dowadi tetap akan membantu operasional bank hingga penggantinya ditetapkan secara definitif.
Untuk mengisi kekosongan jabatan, Pemkab Buleleng akan segera membentuk panitia seleksi (pansel) guna melakukan asesmen calon direksi baru. Proses seleksi ini dipastikan terbuka dan sesuai dengan regulasi yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Proses pengisian jabatan akan dilakukan melalui seleksi terbuka. Kami ingin proses ini cepat, agar operasional BPR 45 tetap berjalan lancar,” ucap Sutjidra.
Lebih lanjut, Sutjidra menegaskan kondisi BPR Buleleng 45 saat ini tetap sehat dan berada di jalur yang benar. “Bank 45 sudah on the track dengan semangat baru. Jadi tidak ada masalah apa-apa, murni karena faktor kesehatan. Justru sekarang kita sedang menata untuk semakin baik,” kata dia.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

