Singaraja, koranbuleleng.com | Jembatan bailey pinjaman dari Kodam IX/Udayana yang selama ini menjadi akses penting di Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng, kini resmi dibongkar. Jembatan bongkar pasang sepanjang 33 meter tersebut dipindahkan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa.
Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Gede Melandrat menegaskan bahwa meskipun jembatan yang menjadi akses utama telah dibongkar, aktivitas pertanian di hutan kota seluas 1,9 hektar tetap berjalan. Lahan itu masih produktif digunakan untuk menanam cabai, jagung, hingga bunga gumitir. Namun, akses menuju lokasi kini harus ditempuh dengan menyeberangi Sungai Banyumala.
“Ya harus lewat sungai. Mengantar pupuk ya harus manual. Mudah-mudahan Buleleng ada rejeki, dan Bupati menjadikan pembangunan jembatan untuk akses menuju hutan kota ini sebagai skala prioritas,” ujarnya, Rabu, 1 Oktober 2025.
Melandrat juga menambahkan, jika pembangunan jembatan permanen terkendala anggaran, pihaknya mempertimbangkan membuat jembatan darurat dari bambu. Upaya ini dilakukan agar program edukasi pertanian yang rutin digelar di hutan kota tetap bisa berjalan.
“Selama ini kan Hutan Kota itu juga kami jadikan sebagai tempat edukasi. Dengan tidak adanya jembatan ini, program edukasinya jadi terkendala,” ucapnya.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

