Singaraja, koranbuleleng.com| Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Buleleng melakukan peninjauan langsung ke Pelabuhan Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, guna memastikan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) berjalan sesuai standar. Langkah cepat ini diambil menyusul insiden kecelakaan kerja yang menimpa seorang buruh bongkar muat di kawasan pelabuhan tersebut.
Plt. Kepala Disnaker Buleleng, I Putu Kariaman Putra, menjelaskan bahwa kunjungan ini difokuskan untuk meninjau sistem ketenagakerjaan dan penerapan prinsip K3, terutama dalam aspek penggunaan alat pelindung diri (APD) dan kelengkapan administrasi tenaga kerja.
“Kami menemukan masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki, termasuk kepatuhan terhadap penggunaan APD dan validitas Surat Izin Operator (SIO). Kami minta agar dilakukan verifikasi ulang, mana SIO yang masih aktif dan mana yang sudah tidak berlaku,” ujarnya, Rabu, 8 Oktober 2025.
Dalam peninjauan yang turut dihadiri oleh Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja I Made Sadipa, Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Bali Dewa Nyoman Merta Sedana, serta General Manager Pelindo Celukan Bawang Mochammad Imron, dan jajaran pengurus Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), Disnaker juga menunjukkan empatinya dengan menjenguk korban dan menyerahkan santunan secara langsung.
Korban dilaporkan telah dalam kondisi membaik setelah mengalami sesak napas akibat terkena sling baja pengangkat semen saat membongkar muatan kapal kargo.
Kariaman menegaskan, Disnaker memberikan waktu satu minggu kepada pihak pelabuhan dan TKBM untuk menata kembali sistem ketenagakerjaan, termasuk memperbarui data pekerja serta memperkuat sosialisasi terkait penerapan K3.
“Setelah kami cek, ada operator yang masa aktif SIO-nya habis sejak 2019. Kami minta segera dimutakhirkan dan dipenuhi sesuai ketentuan. Prinsipnya, semua pihak harus patuh terhadap SOP dan aturan keselamatan kerja,” ucapnya.
Sementara itu, General Manager Pelindo Celukan Bawang, Mochammad Imron, memastikan pihaknya telah mengambil langkah-langkah konkret untuk memperkuat budaya keselamatan kerja di lingkungan pelabuhan.
“Pelindo sudah memberikan 500 paket APD kepada pekerja dan melakukan pengawasan melalui CCTV yang dimonitor oleh tim Planning and Control. Kami juga sudah menandatangani pakta integritas dengan TKBM, perusahaan bongkar muat, KSOP, dan seluruh stakeholder,” jelasnya.
Imron menambahkan, tantangan terbesar dalam penerapan K3 terletak pada kesadaran buruh untuk konsisten menggunakan APD selama bekerja di area berisiko tinggi. Karena itu, pihaknya akan memperketat pengawasan dan menerapkan sanksi tegas bagi pelanggar.
“Siapa yang tidak memakai APD akan dicatat dan dilaporkan ke perusahaan TKBM dan stakeholder terkait. Kami ingin semua pihak patuh agar keselamatan kerja benar-benar terjamin,” kata dia.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

