Singaraja, koranbuleleng.com | Sebanyak 378 siswa kelas X SMA Negeri 1 Singaraja mengikuti Kemah Ilmiah dan Penguatan Karakter (KIPK) di Desa Menyali, Kecamatan Sawan, Buleleng. Kegiatan yang berlangsung pada 6, 9, dan 10 Oktober 2025 ini menjadi ruang pembelajaran luar kelas untuk mengasah kepekaan siswa terhadap riset dan penelitian ilmiah.
Ketua Panitia KIPK, Kadek Ryan Surya Negara, menjelaskan bahwa kemah ilmiah ini dirancang sebagai upaya sekolah membangun karakter dan kemampuan berpikir ilmiah di kalangan siswa. Melalui pendekatan kegiatan lapangan dan eksplorasi lingkungan, siswa diajak memahami pentingnya riset sebagai bagian dari proses berpikir kritis.
“Saya berharap KIPK ini merupakan pijakan siswa agar terbiasa berpikir kritis dan mencoba menemukan solusi dari masalah yang ada di sekitarnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Singaraja, Made Sri Astiti, menuturkan bahwa para siswa diberi kesempatan mengeksplorasi potensi Desa Menyali sebagai bahan riset. Pendekatan ini diharapkan dapat menggugah minat siswa dalam meneliti dan memahami hubungan antara ilmu pengetahuan dan kehidupan masyarakat.
Dijelaskannya, sejumlah topik riset menarik muncul dari kegiatan ini, antara lain vegetasi Desa Menyali, iklim mikro, potensi Bendungan Tamblang, potensi agrowisata Desa Menyali, hingga kerajinan bokor yang menjadi identitas desa setempat.
“Siswa juga diajak melakukan outbound menyusuri alam Desa Menyali,” kata dia.
Made Sri Astiti menambahkan, kegiatan seperti ini merupakan bentuk nyata implementasi visi sekolah dalam membentuk karakter peserta didik yang unggul, tangguh, dan berwawasan ilmiah.
“Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk karakter siswa SMA Negeri 1 Singaraja seperti yang tertuang dalam visi sekolah dan memacu minat serta kemampuan siswa di bidang riset,” ucapnya.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

