Singaraja, koranbuleleng.com | Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja kembali memperluas jangkauan pengabdian kepada masyarakat dengan menyasar Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Kegiatan pengabdian masyarakat (PkM) ini berlangsung selama tiga hari, Selasa 16 hingga Kamis 18 Desember 2025, dengan fokus utama penguatan sumber daya manusia generasi muda Hindu.
Dua desa menjadi lokasi kegiatan, yakni Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore dan Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu basis umat Hindu di Banyuwangi.
Kegiatan PkM tersebut dihadiri sejumlah tokoh Hindu setempat, di antaranya Penyelenggara Agama Hindu Kemenag Kabupaten Banyuwangi, Ketua PHDI Kabupaten Banyuwangi, Ketua PHDI Kecamatan Glenmore, Ketua PHDI Kecamatan Bangorejo, serta organisasi kepemudaan Hindu Peradah.
Ketua Panitia PkM, Dr. Ida Bagus Putu Eka Suadnyana, M.Fil.H, menjelaskan pemilihan Banyuwangi sebagai lokasi pengabdian didasarkan pada pertimbangan strategis. Selain sebagai basis umat Hindu di Jawa Timur, Banyuwangi juga selama ini menjadi daerah penyumbang mahasiswa Hindu terbanyak bagi Institut Mpu Kuturan.
Setiap tahun, puluhan mahasiswa asal Banyuwangi tercatat melanjutkan pendidikan tinggi di Institut Mpu Kuturan. Kondisi tersebut mendorong kampus untuk hadir langsung memberikan pembinaan dan motivasi kepada generasi muda Hindu di daerah.
Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Di setiap lokasi, panitia melibatkan sekitar 50 umat Hindu yang terdiri dari generasi muda, tokoh masyarakat, hingga para orang tua.
Selama pengabdian, Institut Mpu Kuturan menugaskan sejumlah dosen sebagai narasumber dengan materi yang relevan, mulai dari konsep kurikulum cinta hingga penguatan SDM Hindu dari perspektif pendidikan tinggi.
Fokus utama pengabdian diarahkan pada pembinaan sradha dan bhakti umat, sekaligus edukasi terkait perencanaan pendidikan tinggi bagi lulusan SMA dan SMK.
Rektor Institut Mpu Kuturan, Prof. Dr. I Gede Suwindia, M.A, mengaku bersyukur dapat bertemu langsung dengan umat Hindu di Desa Bumiharjo dan Desa Sambimulyo. Menurutnya, perguruan tinggi Hindu memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda Hindu agar dapat mengenyam pendidikan tinggi.
Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM generasi muda Hindu agar memiliki daya saing, baik dari sisi keterampilan, kompetensi, maupun pemahaman keagamaan.
Institut Mpu Kuturan hadir untuk menguatkan aspek jnana atau pengetahuan, sehingga generasi muda Hindu memiliki fondasi intelektual yang kuat dalam menghadapi tantangan zaman.
Saat ini, Institut Mpu Kuturan memiliki 13 program studi jenjang S1, tiga program studi S2, serta satu program doktoral S3. Pilihan tersebut terbuka tidak hanya bagi lulusan baru, tetapi juga bagi umat Hindu yang ingin melanjutkan pendidikan pascasarjana.
Selain itu, kampus juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung serta program beasiswa bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Sementara itu, Penyelenggara Agama Hindu Kemenag Kabupaten Banyuwangi, Oksan Wibowo, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan PkM Institut Mpu Kuturan di Banyuwangi. Kehadiran perguruan tinggi dinilai sangat dinantikan umat Hindu, terutama untuk mendapatkan pencerahan, edukasi, serta informasi peluang pendidikan tinggi.
Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak akademisi untuk bersama-sama memberikan edukasi kepada umat Hindu di daerah.
Selain agenda utama pengabdian masyarakat, tim Institut Mpu Kuturan juga melaksanakan tirtayatra ke sejumlah pura di Banyuwangi, di antaranya Pura Agung Blambangan, Situs Gumuk Kancil di kaki Gunung Raung, Pura Tawang Alun Pesanggaran, serta Pura Alas Purwo. (*/ads-MK)

