Buleleng Antisipasi Ancaman Super Flu Tipe A

Singaraja, koranbuleleng.com | Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng mengambil langkah antisipatif dengan meningkatkan kewaspadaan dini terhadap potensi penyebaran influenza tipe A atau yang dikenal sebagai super flu. Langkah ini ditempuh sebagai respons atas surat edaran Direktorat Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, menyusul hasil pemeriksaan sequencing virus influenza di wilayah Provinsi Bali.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr Sucipto menyampaikan, edaran tersebut diterima sebagai tindak lanjut hasil uji laboratorium yang dilakukan Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan. Pemerintah daerah diminta memperkuat langkah pencegahan dan pengendalian penyakit, meskipun hingga saat ini belum ditemukan kasus influenza tipe A di Buleleng.

- Advertisement -

“Ini sifatnya kewaspadaan dini. Kami diminta lebih menguatkan langkah pencegahan agar tidak terjadi peningkatan kasus influenza, khususnya influenza tipe A,” ujarnya Minggu, 18 Januari 2026.

Sebagai respons atas arahan tersebut, Dinas Kesehatan Buleleng mengintensifkan pemantauan melalui sistem surveilans Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) di seluruh fasilitas layanan kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit. Penguatan ini diarahkan untuk meningkatkan penemuan kasus serta pengambilan spesimen sesuai definisi operasional yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan.

Selain pemantauan rutin, penguatan koordinasi lintas program dan lintas sektor turut dilakukan, termasuk dengan puskesmas dan rumah sakit rujukan di wilayah Buleleng. “Kami juga menyiapkan mekanisme notifikasi cepat jika terjadi peningkatan kasus influenza, sehingga bisa segera ditindaklanjuti dengan investigasi epidemiologi,” jelasnya.

Lebih lanjut, dr Sucipto menegaskan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari rumah sakit, klinik, hingga puskesmas, diminta aktif melakukan pemantauan terhadap kasus ILI, SARI, ISPA, dan pneumonia melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR). Tenaga kesehatan juga didorong untuk meningkatkan kapasitas deteksi dini serta kesiapsiagaan dalam menangani pasien dengan gejala influenza berat.

- Advertisement -

Di sisi pencegahan berbasis masyarakat, Dinas Kesehatan Buleleng terus menguatkan komunikasi risiko dan edukasi kesehatan. Sosialisasi dilakukan melalui berbagai saluran informasi dengan menekankan pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Masyarakat kami imbau rutin mencuci tangan, menggunakan masker saat sakit atau berada di kerumunan, serta menerapkan etika batuk dan bersin. Jika muncul gejala berat seperti demam tinggi, sesak napas, atau kelelahan ekstrem, segera periksa ke fasilitas kesehatan,” lanjut dia.

Selain itu, warga yang mengalami gejala flu juga diingatkan untuk membatasi aktivitas dan kontak dengan orang lain serta beristirahat di rumah guna menekan risiko penularan. “Pencegahan sejak dini jauh lebih efektif dibandingkan penanganan saat kasus sudah meningkat,” ucap Sucipto.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru