Singaraja, koranbuleleng.com | Sebanyak 11 rumah yang dihuni 21 kepala keluarga (KK) di Banjar Dinas Kalanganyar, Desa Banjarasem, Kecamatan Seririt, Buleleng, terendam banjir pada Minggu, 1 Februari 2026, dini hari. Luapan air dipicu jebolnya tanggul Tukad Banyu Raras setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah hulu.
Peristiwa banjir terjadi sekitar pukul 00.30 WITA. Air sungai meluber ke permukiman warga dengan ketinggian mencapai satu meter dan masuk ke bagian dalam rumah. Kondisi tersebut memaksa sejumlah warga mengungsi sementara ke rumah kerabat terdekat demi menghindari risiko keselamatan.
Kelian Banjar Dinas Kalanganyar, Gede Edi Santosa, menjelaskan jebolnya tanggul tidak terlepas dari tingginya curah hujan di wilayah hulu, khususnya dari Desa Unggahan dan Desa Pangkung Paruk. Aliran air dari Tukad Unggahan dan Tukad Pangkung Paruk bertemu di hilir sehingga debit meningkat tajam dan sulit terbendung.
“Air meluap sangat deras karena curah hujan dari hulu. Ketinggian air sampai satu meter dan masuk ke kamar warga. Ada 10 ekor ayam hanyut serta tiga tembok penyengker rumah warga roboh,” ujarnya Minggu siang.
Ia menyebutkan, belasan rumah terdampak berada dalam radius sekitar 50 meter dari titik tanggul yang jebol. Kerusakan tanggul, menurutnya, bukan persoalan baru dan telah berulang kali dilaporkan kepada instansi terkait sejak bertahun-tahun lalu.
“Tanggul ini sudah lama rusak. Tahun 2010 sudah pernah dilaporkan, lalu 2023 kembali dilaporkan, dan terakhir secara resmi bersurat ke Balai Wilayah Sungai (BWS) pada 27 Januari 2025. Sudah disurvei dan rencananya diperbaiki tahun 2026, tapi keburu banjir duluan,” jelasnya.
Gede Edi menambahkan, banjir kali ini merupakan kejadian ketiga sejak tanggul mengalami kerusakan. Namun, dampak yang ditimbulkan tergolong paling parah karena volume air meningkat drastis dalam waktu singkat.
Di sisi lain, Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, I Gede Suyasa, menyampaikan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen kerusakan serta membantu pembersihan lumpur di rumah warga. Unsur kecamatan dan Dinas Sosial juga turun memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi.
“Selain melakukan pembersihan dan penyemprotan, kami juga menyalurkan bantuan paket sembako kepada warga terdampak. Saat ini kondisi sudah berangsur normal, namun warga tetap diminta waspada mengingat cuaca masih berpotensi hujan,” ujarnya.(*)

