Singaraja,koranbuleleng.com| Angin puting beliung menerjang permukiman warga di Desa Panji, Kecamatan Sukasada Selasa, 24 Feberuari 2026, mengakibatkan kerusakan signifikan pada bagian atap rumah. Meski kerusakan tergolong parah, tidak ada korban jiwa dalam dua kejadian itu.
Terjangan angin merusak rumah milik Gusti Ayu Dita Wiandari, yang mengalami kerusakan cukup parah pada struktur atap. Selain itu, tembok penyengker rumah dilaporkan ikut roboh akibat tekanan angin.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Buleleng, I Gede Suyasa, memaparkan bahwa fenomena ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang kompleks.
Ia menjelaskan, berdasarkan pemantauan, penguatan angin dari utara atau Cold Surge (CENS), kemunculan vortex di selatan Sumba–NTT, serta aktivitas gelombang Rossby menjadi faktor dominan.
Ketiga fenomena tersebut berkontribusi membawa massa udara lembap dan memicu pembentukan awan konvektif di wilayah selatan Indonesia, dengan kecenderungan pergeseran ke arah tenggara. Gelombang Rossby sendiri disebut telah aktif sejak 6 Februari.
Dari sisi penanganan, pemerintah daerah tengah mengkaji mekanisme bantuan untuk warga terdampak. Kerusakan rumah akan diusulkan memperoleh dukungan pendanaan melalui skema Belanja Tidak Terduga (BTT), baik bersumber dari pemerintah kabupaten maupun provinsi.
“Kami akan melihat sumber pendanaan dan peluang bantuan agar masyarakat bisa segera terlayani,” ujarnya, Rabu, 25 Februari 2026.
Data kebencanaan yang dihimpun BPBD menunjukkan tren yang patut diwaspadai. Hingga Januari, tercatat 167 kejadian bencana di wilayah Buleleng. Sementara itu, rekapitulasi Februari masih dalam tahap pembaruan karena laporan terus bertambah.
Kondisi atmosfer yang belum stabil membuat potensi cuaca ekstrem masih terbuka. Angin kencang dan hujan lebat diprediksi berpeluang terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
“Masyarakat diingatkan untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca saat ini. Jangan bepergian jauh jika tidak ada keperluan mendesak,” kata dia.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

