Dinas PKPP Buleleng Lakukan Eliminasi Anjing Liar di Kendran Setelah 12 Warga Menjadi Korban Gigitan Rabies

Singaraja, koranbuleleng.com| Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKPP) Kabupaten Buleleng melakukan eliminasi anjing liar di wilayah Kelurahan Kendran, Kecamatan Buleleng, Selasa, 10 Maret 2026. Langkah ini dilakukan setelah belasan warga dilaporkan menjadi korban gigitan anjing di wilayah tersebut.

Aksi penanganan tersebut berlangsung sejak pagi hari. Berdasarkan pantauan di lapangan, tim gabungan yang didampingi dokter hewan mulai bergerak sekitar pukul 09.00 Wita dengan menyusuri gang-gang permukiman warga.

- Advertisement -

Petugas menindak sejumlah anjing liar yang ditemukan berkeliaran tanpa pengawasan. Namun tidak semua hewan yang ditemukan dapat dilakukan eliminasi, karena beberapa di antaranya dilepas kembali setelah tidak mendapat persetujuan dari warga setempat.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas PKPP Buleleng, Made Suparma, menyebut masih ada sebagian masyarakat yang belum sepenuhnya kooperatif dalam kegiatan penanganan tersebut.

Menurutnya, kegiatan eliminasi ini juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memelihara hewan peliharaan secara bertanggung jawab.

“Intinya kami turun untuk memastikan bahwa ada beberapa hal yang memang perlu kita sikapi bersama. Terutama penanganan anjing liar, bukan tidak boleh memelihara anjing tetapi bagimana memperlakukan anjing itu dengan baik,” ujarnya.

- Advertisement -

Suparma menjelaskan, capaian vaksinasi anjing di wilayah Kendran sebenarnya telah memenuhi target yang ditetapkan pemerintah daerah. Kendati demikian, pihaknya tetap merencanakan vaksinasi lanjutan dengan berkoordinasi bersama pihak kelurahan.

Ia juga memastikan bahwa anjing yang sebelumnya menggigit belasan warga di kawasan Pasar Buleleng telah dinyatakan positif rabies.”Kemarin anjing itu, sudah positif. Jadi kalau memang anjing biasa tidak mungkin gila sepeeti itu. Kita fokus saat ini penanganan terhadap korban,” kata dia.

Selain penanganan di lapangan, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya penyakit rabies yang dapat mengancam keselamatan warga.

“Mudah-mudah beberapa penanganan anjing yang kita tangani, masyarakat lebih sadar lagi bahwa rabies sangat berbahaya,” kata dia.

Di lokasi yang sama, Lurah Kendran Made Sumardika menyampaikan bahwa rencana kegiatan eliminasi telah diumumkan sebelumnya kepada masyarakat melalui kepala lingkungan.

Ia menjelaskan bahwa tim menyasar empat titik di wilayah kelurahan yang masih ditemukan banyak anjing liar berkeliaran.

“Besar harapan kami dengan kegiatan ini, kasus yang ada ataupun anjing liar yang ada disini tentunya dapat ditangai secara maksimal,” ujarnya.

Sumardika juga mengimbau masyarakat agar lebih disiplin dalam memelihara hewan peliharaan, terutama dengan memastikan anjing tidak dibiarkan berkeliaran bebas.

“Kami menghimbau masyarakat, agar mengikat atau mengandangkan dan mengurus anjingnya,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, insiden gigitan anjing yang diduga terinfeksi rabies sempat menggegerkan aktivitas warga di kawasan Pasar Buleleng pada Minggu, 8 Maret 2026. Dalam peristiwa tersebut, sedikitnya 12 orang warga dilaporkan menjadi korban setelah digigit hewan tersebut saat berada di area pasar.

Peristiwa itu terjadi ketika aktivitas jual beli di pusat perdagangan tradisional tersebut sedang berlangsung ramai. Korban berasal dari empat kelurahan berbeda di Kota Singaraja dan sebagian besar merupakan warga yang tengah berbelanja kebutuhan harian.

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru