Atasi Krisis Air Bersih, Polres Buleleng Bangun Sumur Bor di Gerokgak

Singaraja, Koranbuleleng.com | Polres Buleleng membangun fasilitas sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih puluhan warga di Banjar Dinas/Desa Gerokgak, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Program tersebut menjadi bagian dari bakti sosial Polri dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, sekaligus menjawab persoalan krisis air bersih yang selama ini dihadapi masyarakat saat musim kemarau.

Peresmian sumur bor dilaksanakan pada Senin, 29 Juni 2026. Fasilitas itu kini telah dimanfaatkan oleh sekitar 80 kepala keluarga yang sebelumnya mengalami kesulitan memperoleh akses air bersih.

- Advertisement -

Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman mengatakan, pembangunan sumur bor merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, kegiatan Hari Bhayangkara tidak hanya berorientasi pada seremoni, tetapi juga harus menghadirkan manfaat langsung bagi warga.

Lokasi pembangunan dipilih setelah melalui pertimbangan karena wilayah tersebut merupakan kawasan yang kerap mengalami kekeringan dan kesulitan mendapatkan pasokan air bersih ketika musim kemarau tiba.

“Jadi kita lihat daerah tersebut memang sangat-sangat membutuhkan. Kedepan kita berharap, walau sudah lepas dari rangkaian hari Bhayangkara kita bisa jalankan program ini. Kita akan berkolaborasi dengan pihak terkait, untuk memberikan akses bersih di wilayah lain,” ujarnya, Selasa, 30 Juni 2026.

Ruzi menjelaskan, sumur bor tersebut saat ini telah beroperasi dan mampu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di sekitar lokasi. “Sekarang sudah bisa digunakan. Sekitar 80 kepala keluarga yang menggunakan. Airnya besar dan bersih,” kata dia.

- Advertisement -

Selain menghadirkan akses air bersih, Polres Buleleng pada hari yang sama juga menyerahkan bantuan program bedah rumah kepada Nengah Suandi di Banjar Dinas Gambang, Desa Jinengdalem, Kecamatan/Kabupaten Buleleng.

Ruzi mengungkapkan, rumah yang sebelumnya ditempati Suandi berada dalam kondisi kurang layak huni. Atap mengalami kebocoran, dinding belum diplester, rumah belum memiliki plafon, serta sejumlah jendela dalam kondisi rusak sehingga membutuhkan perbaikan.

Melihat kondisi tersebut, Polres Buleleng mengambil langkah melalui program bakti Bhayangkara berupa bedah rumah agar penerima bantuan dapat menempati hunian yang lebih aman, sehat, dan nyaman.

“Proses pengerjaan bedah rumah dimulai pada 8 Juni 2026 dan berhasil diselesaikan pada 24 Juni 2026,” ujarnya.

Ruzi menambahkan, berbagai kegiatan sosial yang dilaksanakan merupakan bagian dari upaya Polri memperkuat hubungan dengan masyarakat sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

“Semoga melalui kegiatan yang kita laksanakan, masyarakat terus memberikan dukungan kepada Polri sehingga kepercayaan masyarakat terhadap Polri semakin meningkat,” tutupnya.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru