Kejar Target PAD Rp1 Miliar, Perumda Pasar Fokus Tagih Tunggakan Pedagang

Singaraja, koranbuleleng.com| Direksi baru Perumda Pasar Argha Nayottama Buleleng langsung tancap gas mengejar target setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1 miliar pada tahun pertama masa kepemimpinannya. Langkah awal yang diprioritaskan adalah menyelesaikan tunggakan pedagang yang nilainya telah menembus sekitar Rp1 miliar.

Direktur Utama Perumda Pasar Argha Nayottama Buleleng, I Ketut Mas Angarta Tenaya mengatakan, tunggakan tersebut menjadi salah satu potensi pendapatan yang dinilai selama ini belum tergarap secara maksimal. Karena itu, jajaran direksi menjadikannya sebagai fokus utama untuk memperkuat kinerja perusahaan daerah sekaligus memenuhi target yang dibebankan Pemerintah Kabupaten Buleleng.

- Advertisement -

Ia menegaskan pihaknya berkomitmen menjalankan amanah tersebut meski baru sekitar dua pekan menjabat. “Target dari Bupati selaku Kuasa Pemilik Modal sebesar Rp1 miliar tentu menjadi komitmen kami. Mau tidak mau kami harus bekerja lebih keras agar target itu bisa tercapai,” ujarnya saat ditemui, Rabu, 22 Juli 2026.

Mas Angarta mengungkapkan, piutang dari para pedagang telah menumpuk sejak 2021. Tunggakan itu tersebar di 13 pasar yang berada di bawah pengelolaan Perumda Pasar Argha Nayottama dengan total nilai mendekati Rp1 miliar.

Pasar Banyuasri menjadi salah satu penyumbang tunggakan terbesar. Kondisi tersebut dipicu banyaknya los yang telah disewa, namun tidak digunakan untuk aktivitas perdagangan. Kendati kosong, kewajiban membayar sewa lahan dan pungutan harian tetap berjalan sehingga nilai tunggakan terus bertambah.

Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, Perumda memilih mengedepankan pendekatan persuasif. Pedagang akan dihubungi terlebih dahulu agar dapat menyelesaikan kewajibannya sebelum diterapkan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

- Advertisement -

“Kami tidak ingin langsung mengambil tindakan tegas. Kami akan komunikasi dulu dengan pedagang. Kalau memang tidak ada penyelesaian, baru kami jalankan prosedur mulai dari SP1 sampai SP3, penyegelan hingga pencabutan hak sewa,” kata dia.

Apabila hak sewa los maupun kios dicabut, lokasi tersebut akan kembali dibuka untuk masyarakat yang benar-benar ingin menjalankan usaha. Menurut Mas Angarta, masih terdapat penyewa yang hanya mempertahankan hak sewa tanpa pernah memanfaatkan tempat tersebut untuk berdagang.

Di sisi lain, Perumda Pasar juga menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan pendapatan. Salah satunya dengan memperluas publikasi mengenai los dan kios yang masih tersedia sehingga lebih mudah diakses calon pedagang.

Selama ini informasi ruang usaha kosong hanya dipasang melalui papan pengumuman di lingkungan pasar. Ke depan, penyebaran informasi akan diperluas agar masyarakat yang ingin membuka usaha dapat mengetahuinya dengan lebih cepat.

“Kami ingin masyarakat tahu masih ada tempat usaha yang bisa dimanfaatkan. Bagi yang ingin mulai berdagang akan kami beri kemudahan cukup membayar iuran harian terlebih dahulu. Setelah usahanya berjalan, baru kami berikan sertifikat hak pemakaian yang bisa digunakan sebagai agunan untuk mendapatkan modal usaha di bank,” katanya.

Selain mengejar peningkatan pendapatan, direksi baru juga menyiapkan pembenahan menyeluruh di Pasar Banyuasri. Penataan akan difokuskan pada peningkatan kebersihan, penyediaan air bersih, pengelolaan limbah, hingga penataan zonasi pedagang berdasarkan jenis komoditas yang dijual.

Pembenahan tersebut diharapkan mampu menghidupkan kembali aktivitas pasar tradisional, meningkatkan kenyamanan pengunjung, serta mendorong pertumbuhan pendapatan Perumda Pasar sehingga target setoran PAD Rp1 miliar pada tahun pertama kepemimpinan direksi baru dapat terealisasi.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru