Desa Adat Buleleng Siapkan Delapan Kantong Parkir untuk Bulfest 2026

Singaraja, koranbuleleng.com| Sejumlah kantong parkir disiapkan untuk mendukung pelaksanaan Buleleng Festival (Bulfest) 2026. Desa Adat Buleleng kini mengoordinasikan pengelolaan kantong parkir tersebut bersama banjar adat penyangga kawasan Titik Nol Singaraja.

Klian Desa Adat Buleleng, Nyoman Sutrisna mengatakan, koordinasi telah dilakukan bersama saba desa, kerta desa, klian banjar adat, dan pecalang. Hasilnya, sejumlah titik disiapkan sebagai kantong parkir selama Bulfest berlangsung pada 18-23 Agustus 2026.

- Advertisement -

Lokasi parkir tersebut tersebar di Banjar Adat Banjar Tegal, Banjar Paketan, Banjar Bale Agung, Liligundi, Banjar Dlod Peken, Penataran, Banjar Petak, dan Banjar Peguyanagan.

“Hasil dari rapat kita libatkan banjar adat penyangga titik nol Singaraja. Kesepakatan ini telah kita tuangkan dalam surat kesepatan, dimana banjar aday sanggup untuk memenuhi kreteria yang disampaikan oleh Dinas Perhubungan,” ujarnya ditemui usai rapat koordinasi di Serketariat Desa Adat Buleleng, Rabu, 12 Agustus 2026.

Sutrisna menyebut, rapat juga menyepakati teknis penggunaan badan jalan untuk parkir. Kendaraan hanya diperbolehkan menggunakan setengah bahu jalan agar arus lalu lintas tetap berjalan selama pelaksanaan Bulfest.

Pengaturan kendaraan di masing-masing wilayah akan dilakukan pecalang banjar adat. Petugas juga bertanggung jawab memastikan kendaraan terparkir rapi, terutama pada lokasi parkir yang berada di sepanjang jalan raya.

- Advertisement -

“Untuk parkir nanti Jalan Gajang Mada itu digunakan satu ruas. Begitu juga ditempat lain. Kalau menggunakan dua ruas, harus ada petugas Dishub yang berjaga untuk mengantisipasi kemacetan,” kata dia.

Untuk tarif, Sutrisna mengatakan retribusi parkir akan mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Buleleng. Pengunjung yang membawa sepeda motor dikenakan Rp2 ribu, sedangkan kendaraan roda empat Rp5 ribu.

“Untuk pembagiannya itu 70 dan 30 persen. 70 persen itu disetor ke PAD, itu khusus yang di jalan umum. Untuk di kantong-kantong lainnya, itu dikelola banjar adat sepenuhnya,” ucapnya.

Selain mengatur kendaraan, banjar adat juga menyiapkan langkah untuk mengantisipasi kehilangan barang milik pengunjung. Salah satunya dengan membuka stan penitipan helm di sekitar lokasi kegiatan.

Stan tersebut diharapkan dapat memberikan pilihan bagi pengunjung untuk menyimpan helm selama menikmati rangkaian Bulfest. “Untuk helm, banjar adat juga berencana membuat stan penitipan helm. Kalau menitip itu dikenakan retribusi,” jelas Sutrina.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru