Singaraja, Koranbuleleng.com| Pembangunan jembatan menuju kawasan Integrated Farming Banyuasri, Buleleng, mulai dikebut. Proyek dengan nilai pagu anggaran hampir Rp5 miliar itu ditargetkan rampung pada pertengahan Desember 2026.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang dan Perumahan Kawasan Permukiman (PUTR Perkim) Buleleng, Putu Adipta Eka Putra mengatakan, pekerjaan fisik jembatan telah dimulai sejak pekan lalu. Saat ini, progres pembangunan baru mencapai sekitar 5 persen.
“Baru mulai. Progresnya baru sekitar 5 persen. Tapi kita yakin akan selesai tepat waktu karena kita sudah punya strategi,” kata Adipta, Selasa, 18 Agustus 2026.
Jembatan yang membentang di atas Sungai Banyumala tersebut memiliki panjang hampir 30 meter. Infrastruktur ini akan menjadi akses utama menuju kawasan Integrated Farming Banyuasri yang dikembangkan untuk mendukung aktivitas pertanian terpadu.
Untuk mengejar target penyelesaian, Dinas PUTR Perkim telah menyiapkan sejumlah tahapan pekerjaan. Pembangunan diawali dengan penyiapan medan kerja serta mendatangkan alat berat ke lokasi. Selanjutnya, pekerja akan membuat pondasi pada kedua sisi jembatan. Setelah pondasi rampung, pekerjaan dilanjutkan dengan pemasangan girder dan komponen jembatan lainnya.
Pemkab Buleleng juga memilih metode beton pracetak atau precast untuk mempercepat proses pembangunan. Komponen jembatan dipersiapkan terlebih dahulu sehingga pemasangan di lokasi dapat dilakukan lebih cepat. Strategi tersebut sekaligus disiapkan untuk mengantisipasi kendala cuaca. Sebab, periode Oktober hingga Desember biasanya mulai memasuki musim dengan curah hujan yang lebih tinggi.
“Walaupun waktunya sampai tengah Desember, dengan teknologi precast kita yakin selesai. Kita antisipasi kendala cuaca, terutama Oktober, November, dan Desember yang biasanya hujan,” jelasnya.
Dengan pembangunan jembatan ini, akses menuju kawasan Integrated Farming Banyuasri diharapkan menjadi lebih mudah. Infrastruktur tersebut nantinya mendukung konektivitas menuju kawasan pertanian terpadu yang sedang dikembangkan pemerintah.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

