IMK Gandeng Korem 163/Wira Satya Tanam Ratusan Pohon di Lahan Kampus

Singaraja, koranbuleleng.com| Institut Mpu Kuturan (IMK) menggandeng Korem 163/Wira Satya dalam kegiatan penghijauan melalui penanaman ratusan pohon di lahan kampus seluas tujuh hektare di Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Jumat 28 Agustus 2026.

Kegiatan ini melibatkan ratusan mahasiswa baru, dosen dan pegawai IMK bersama personel TNI Angkatan Darat (AD). Penanaman pohon tersebut menjadi bagian dari rangkaian hari ketiga Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).

- Advertisement -

Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Turut hadir Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya, Wakil Ketua DPRD Buleleng Nyoman Gede Wandira Adi, dan Rektor IMK Prof. Dr. I Gede Suwindia, M.A.

Rektor IMK Prof. Dr. I Gede Suwindia mengatakan, kolaborasi tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian kampus terhadap kelestarian lingkungan. Penanaman pohon juga menjadi bagian dari implementasi program ekoteologi yang menjadi salah satu program prioritas Kementerian Agama RI.

“Penanaman pohon ini merupakan bentuk tanggung jawab kami dalam menjaga lingkungan sekaligus mendukung program ekoteologi Kementerian Agama. Kami sudah beberapa kali melakukan penanaman di kawasan ini,” ujar Suwindia.

Berbagai jenis pohon ditanam di kawasan tersebut, mulai dari mangga, kelapa, juwet, asam hingga durian. IMK juga menebarkan biji aren di kawasan yang berdekatan dengan sumber air.

- Advertisement -

Menurut Suwindia, pohon aren memiliki sistem perakaran yang kuat sehingga diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan air di kawasan tersebut.

Sementara itu, Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra mengapresiasi kolaborasi dengan IMK dalam kegiatan penghijauan tersebut. Ia mengatakan, kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan nyata dan melibatkan generasi muda.

“Dalam ajaran Hindu ada Tri Hita Karana yang mengajarkan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia dan alam. Hubungan dengan alam harus dijaga. Kalau kita menyayangi alam, alam juga akan menjaga kita,” katanya.

Ia juga meminta kegiatan penghijauan tidak berhenti pada penanaman. Perawatan dan pemantauan pohon perlu dilakukan secara berkelanjutan agar tanaman yang ditanam dapat tumbuh dan memberikan manfaat. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran ekologis. Menurutnya, pendidikan mengenai lingkungan akan lebih bermakna ketika mahasiswa terlibat langsung di lapangan.

“Setelah ditanam, satu bulan ke depan wajib dilakukan pengecekan. Kalau ada yang mati, segera diganti. Jangan hanya menanam, tetapi harus dipelihara,” tegasnya.(*)

Kontributor: Rika Mahardika

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru