DPRD Buleleng Soroti Kondisi Pasar Anyar, Revitalisasi Diminta Bersamaan dengan Penataan Jalan Diponegoro

Singaraja, Koranbuleleng.com | Komisi III DPRD Buleleng meminta Pemkab Buleleng tidak berhenti pada penataan kawasan Jalan Diponegoro, Singaraja. Kondisi Pasar Anyar yang berada di kawasan tersebut juga didorong segera mendapat penanganan karena sejumlah bagian bangunannya mengalami kerusakan dan dinilai berpotensi membahayakan.

Anggota Komisi III DPRD Buleleng, Ketut Susila Umbara, mengatakan revitalisasi Pasar Anyar perlu berjalan beriringan dengan penataan Jalan Diponegoro. Menurutnya, pembenahan kawasan akan kurang optimal apabila bangunan pasar yang menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat tetap dibiarkan dalam kondisi rusak.

- Advertisement -

“Jadi kami mengusulkan itu agar direvitalisasi bersamaan dengan penataan ini. Karena kondisi konstruksi bangunannya sudah berbahaya sekali. Jangan sampai begitu penataan selesai, ramai di sana, itu ambruk,” ujarnya ditemui Senin, 7 September 2026.

Susila Umbara juga mempertimbangkan aspek efisiensi anggaran. Jika revitalisasi Pasar Anyar dilakukan bersamaan dengan penataan kawasan, pemerintah tidak perlu melakukan pekerjaan konstruksi secara berulang.

“Kita kan hanya mengusulkan, itu agar revitalisasi Pasar Anyar bersamaan dilakukan dengan penataan Diponegoro. Agar tidak kerja dua kali,” kata dia.

Di sisi lain, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengatakan penataan Pasar Anyar sebenarnya telah masuk dalam perencanaan pemerintah daerah. Namun, rencana tersebut masih membutuhkan kajian lebih lanjut, termasuk berkaitan dengan kebutuhan anggaran.

- Advertisement -

Sutjidra mengakui kondisi fisik Pasar Anyar saat ini memang memerlukan perhatian. Kerusakan bahkan membuat sejumlah pedagang di lantai dua memilih tidak beraktivitas karena khawatir dengan kondisi lantai yang mengalami keretakan.

“Jadi pedagang-pedagang sudah khawatir untuk naik ke lantai dua. Nah ini yang kita lagi buatkan kajian, karena kemarin saya juga sempat ke sana untuk meninjau langsung. Dari pedagang-pedagang menyampaikan, ya pedagang saja tidak berani ke lantai dua apalagi pengunjung. Rasanya nanti kita harus ini, merevitalisasi Pasar Anyar ini,” ujarnya.

Pemkab Buleleng memperkirakan kebutuhan anggaran revitalisasi Pasar Anyar mencapai lebih dari Rp100 miliar. Besarnya kebutuhan dana membuat pemerintah daerah mempertimbangkan pengajuan bantuan pembiayaan kepada pemerintah pusat.

“Iya (mengusulkan bantuan ke pusat), kemungkinan kita akan membuat proposal itu. Memang sih rencananya itu memang kita setelah ini memang membuat kajian untuk merevit Pasar Anyar dan Pasar Buleleng. Rencanya dua pasar itu,” ucapnya.

Persoalan revitalisasi tidak hanya berkaitan dengan pembiayaan. Pemkab Buleleng juga harus menyiapkan skema relokasi bagi para pedagang selama proses pembangunan berlangsung.

Sutjidra menyebut jumlah pedagang yang beraktivitas di kawasan pasar diperkirakan mencapai sekitar 3.000 orang. Karena itu, lokasi sementara untuk menampung pedagang menjadi salah satu persoalan yang harus disiapkan sebelum revitalisasi direalisasikan.

“Masih dipikirkan juga untuk relokasi pedagang-pedagang kalau kita melakukan revitalisasi di kedua pasar ini. Sambil juga kita mencari celah anggaran agar bisa kita realisasikan,” kata dia.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru