21 SD di Buleleng Dapat Revitalisasi Senilai Rp21 Miliar

Singaraja, koranbuleleng.com | Sebanyak 21 sekolah dasar (SD) di Kabupaten Buleleng mendapatkan bantuan revitalisasi dengan total anggaran mencapai Rp21,18 miliar pada 2026. Sebagian besar pekerjaan dilakukan secara swakelola dengan melibatkan masyarakat setempat, sehingga Pemerintah Kabupaten Buleleng meminta mutu pekerjaan dan ketepatan waktu tetap menjadi perhatian.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menegaskan kepala sekolah memiliki tanggung jawab dalam memastikan setiap tahapan revitalisasi berjalan sesuai perencanaan dan ketentuan. Penegasan itu disampaikan saat meninjau progres revitalisasi di SDN 1 Kalianget dan SDN 2 Ringdikit, Selasa, 8 September 2026.

- Advertisement -

“Semua revitalisasi sekolah ini dilakukan secara swakelola, tetapi tetap ada perencanaan dan pengawasannya. Ini yang perlu menjadi perhatian kepala sekolah karena tanggung jawab jalannya revitalisasi ada di kepala sekolah,” katanya.

Sutjidra mengatakan pola swakelola bukan berarti pekerjaan dapat berjalan tanpa pengawasan. Perencanaan, pelaksanaan hingga pengendalian pekerjaan tetap harus diperhatikan agar anggaran yang digunakan menghasilkan fasilitas pendidikan sesuai kebutuhan.

“Jadi hari ini kita mengunjungi beberapa sekolah yang mendapatkan revitalisasi untuk memantau perkembangan progresnya. Mudah-mudahan semua berjalan sesuai dengan harapan kita, sesuai jadwal, dan juga dari kualitas bangunannya,” ujar Sutjidra.

Di SDN 1 Kalianget, revitalisasi telah memasuki minggu ke-11. Sekolah tersebut memperoleh anggaran sekitar Rp881 juta untuk rehabilitasi lima ruang kelas dan satu paket toilet atau jamban.

- Advertisement -

Progres fisik pekerjaan telah mencapai 65 persen, sedangkan progres keuangan berada di angka 70 persen. Sutjidra menilai pelaksanaan revitalisasi di sekolah tersebut berjalan baik.

Ia juga menyoroti aspek kenyamanan ruang belajar, salah satunya melalui peningkatan sirkulasi udara di dalam kelas.

“Di Kalianget ini progresnya sudah bagus. Plafonnya dibuat lebih tinggi sehingga sirkulasi udara jauh lebih baik. Kalau sirkulasi udaranya bagus, anak-anak lebih sehat untuk belajar di dalam kelas,” jelasnya.

Sementara di SDN 2 Ringdikit, pekerjaan baru memasuki minggu ketiga. Progres fisiknya masih 5 persen, sedangkan progres keuangan telah mencapai 70 persen.

Revitalisasi di sekolah tersebut memiliki cakupan lebih luas, meliputi enam ruang kelas, ruang administrasi, ruang perpustakaan, toilet serta penataan lingkungan sekolah. Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp1,3 miliar lebih.

Perbedaan progres antara pekerjaan fisik dan keuangan tersebut menjadi salah satu bagian yang harus dikawal dalam pelaksanaan revitalisasi. Pemerintah daerah meminta seluruh pekerjaan tetap mengacu pada perencanaan dan target penyelesaian yang telah ditetapkan.

“Kalau melewati jadwal nanti akan ada masalah. Mudah-mudahan tidak, karena ini pekerjaan swakelola dan pekerjanya juga berasal dari desa setempat,” ungkap Sutjidra.

Program Revitalisasi Sekolah Tahun 2026 menyasar 21 SD di Buleleng. Pekerjaan mencakup rehabilitasi ruang kelas, toilet atau jamban, ruang UKS, ruang administrasi, perpustakaan, penataan lingkungan sekolah, penyediaan mebel, hingga kebutuhan mobilisasi bahan dan manajemen.

Sebanyak 21 sekolah penerima program tersebut yakni SDN 1 Pangkungparuk, SDN 1 Kalianget, SDN 2 Penglatan, SDN 4 Sukasada, SDN 2 Gerokgak, SDN 5 Banjar Jawa, SDN 5 Banjar, SDN 1 Beratan, SDN 2 Bengkel, SDN 2 Bongancina, SDN 1 Pucaksari, SDN 5 Penarukan, SDN 1 Astina, SDN 2 Galungan, SDN 2 Ringdikit, SDN 4 Pakisan, SDN 1 Bila, SDN 1 Silangjana, SDN 2 Tinga-Tinga, SDN 1 Kedis, dan SDN 5 Munduk.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru