Singaraja, koranbuleleng.com | KONI Buleleng mulai menyaring peta kekuatan atlet untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XVII 2027. Langkah tersebut dilakukan melalui Pra-Porprov Buleleng 2026 yang dibuka Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, di Lapangan Tenis Bhuwana Patra Singaraja, Rabu, 9 September 2026.
Ketua Umum KONI Buleleng, Gede Supriatna mengatakan, pelaksanaan Pra-Porprov menjadi bagian dari pembinaan olahraga yang harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan.
Menurutnya, hasil pertandingan akan memberikan gambaran yang lebih objektif mengenai kemampuan atlet maupun kekuatan setiap cabang olahraga. Data tersebut nantinya digunakan sebagai salah satu dasar untuk menentukan atlet yang diproyeksikan memperkuat Buleleng pada Porprov Bali XVII 2027.
“Pra-Porprov bukan sekadar pertandingan atau seleksi untuk mencari juara. Ini menjadi momentum untuk mengukur kemampuan atlet, mengevaluasi pembinaan, memetakan kekuatan masing-masing cabang olahraga, dan menemukan potensi yang bisa dipersiapkan menuju prestasi lebih tinggi,” ujarnya.

Pra-Porprov Buleleng 2026 berlangsung cukup panjang, yakni mulai 9 September hingga 15 Desember 2026. Pada tahap awal ini, sebanyak 48 Pengkab cabang olahraga dan sembilan Koordinator KONI Kecamatan se-Buleleng dilibatkan.
Durasi pelaksanaan tersebut memberi ruang bagi KONI Buleleng untuk melakukan pemantauan secara lebih menyeluruh. Tidak hanya atlet yang sudah memiliki catatan prestasi, tetapi juga potensi baru yang dinilai mampu berkembang menuju kompetisi tingkat provinsi.
Supriatna menyebut hasil Pra-Porprov akan menjadi salah satu bahan penyusunan pemetaan atlet bayangan Buleleng. Pemetaan ini penting mengingat Buleleng pada Porprov Bali XVII 2027 memikul dua kepentingan sekaligus, yakni sebagai tuan rumah dan kontestan.
“Prestasi tidak lahir dalam satu hari. Karena itu, proses pembinaan harus konsisten. Atlet dipersiapkan, pelatih ditingkatkan kapasitasnya, organisasi diperkuat, dan pembinaan semakin didukung data serta tata kelola yang baik,” katanya.
Buleleng Kejar Dua Target di Porprov Bali 2027
Sementara itu, Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, meminta Pra-Porprov tidak dipandang hanya sebagai pertandingan untuk menentukan pemenang. Menurutnya, kegiatan ini harus dimanfaatkan untuk membaca sejauh mana kesiapan olahraga Buleleng sebelum memasuki Porprov Bali XVII 2027.
“Jadikan Pra-Porprov ini sebagai ruang untuk mengukur kemampuan, memetakan kekuatan, mengevaluasi pembinaan, dan menemukan atlet-atlet potensial Buleleng,” ujar Sutjidra.
Sutjidra juga meminta setiap cabang olahraga membuka kesempatan lebih besar bagi atlet muda. Regenerasi dinilai penting agar kekuatan olahraga Buleleng tidak hanya bergantung pada atlet yang telah memiliki pengalaman dan prestasi sebelumnya.
“Berikan kesempatan kepada mereka yang muda, berikan ruang kepada mereka yang mau bekerja keras, dan berikan pembinaan kepada mereka yang memiliki semangat untuk membawa nama Buleleng,” ujarnya.
Pembukaan Pra-Porprov Buleleng tahun ini sekaligus bertepatan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas). Sutjidra menilai momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk memperluas budaya olahraga di tengah masyarakat, tidak berhenti pada agenda seremonial tahunan.
Menurutnya, olahraga memiliki fungsi lebih luas dalam membentuk generasi muda yang sehat, disiplin, tangguh, percaya diri dan berkarakter. Prestasi olahraga juga tidak dapat dibangun secara instan karena membutuhkan latihan, konsistensi dan mental untuk menghadapi kegagalan.
Dalam menghadapi Porprov Bali XVII 2027, Sutjidra menegaskan Buleleng harus mampu memenuhi dua ukuran keberhasilan sekaligus. Selain memastikan penyelenggaraan berjalan baik sebagai tuan rumah, kontingen Buleleng juga ditargetkan mampu menghasilkan prestasi.
“Jangan sampai kita hanya sukses menjadi tuan rumah, tetapi gagal dalam prestasi. Sebaliknya, jangan pula kita hanya mengejar prestasi, tetapi mengabaikan kualitas penyelenggaraan. Keduanya harus berjalan bersama,” katanya.
Pemkab Buleleng, kata Sutjidra, tetap memberikan dukungan terhadap pengembangan olahraga sesuai kemampuan daerah dan ketentuan yang berlaku. Dukungan tersebut mencakup penguatan fasilitas olahraga, pembinaan atlet dan pelatih, serta kebutuhan lain yang dapat menunjang perkembangan olahraga di Buleleng.
Ia juga mengingatkan atlet dan pelatih yang nantinya membawa nama Buleleng agar memiliki kebanggaan sebagai Patriot Buleleng. Sebab, perjuangan di arena pertandingan tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga keluarga, klub, cabang olahraga, Buleleng hingga Bali.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal untuk memperkuat pembinaan dan menemukan talenta-talenta yang bisa menjadi kekuatan Buleleng pada Porprov Bali XVII 2027,” kata dia.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

